border=

Pertanian Organik Selamatkan Kuba dari Bencana Kelaparan

Pertanian Organik Jadi Daya Tarik Wisata di Kuba
(Pertanian organik tak hanya menyelamatkan jutaan warga di Kuba, tapi kini juga menjadi daya tarik wisata di negeri yang masih menganut paham sosialis tersebut. Image : Trip Advisor)
Pomidor.id – Kalau kepepet, manusia akan melakukan apa saja untuk bertahan hidup. Begitu pula dengan yang terjadi di Kuba dalam dua dasawarsa terakhir. Setelah dipaksa oleh keadaan untuk meninggalkan pertanian monokultur tebu dan beralih ke pertanian organik, Kuba justru terhindar dari kemungkinan malapetaka bencana kelaparan.

Sejak keruntuhan Uni Sovyet di awal dekade 90-an, ekonomi Kuba memang mengalami masa-masa sulit. Hal ini karena selama puluhan tahun, perekonomiannya ditopang penuh oleh bekas negara mbahnya komunis itu. Pemerintahan Rusia yang baru, yang menggantikan negara induk Uni Sovyet, sibuk dengan masalah mereka sendiri sehingga mengabaikan sekutunya di Karibia, Kuba.

Tanpa dukungan Rusia, warga Kuba pontang-panting memenuhi kebutuhan pangannya. Sistem marxisme kolot yang dianut Pemerintahan Fidel Castro kala itu, menyulitkan masuknya barang dan jasa. Sebelumnya, Kuba nyaris hanya berdagang dengan sesama negara yang berpaham ideologi yang sama.

 border=

Kondisi ini kemudian membuat penduduk Kuba mulai menanam tanaman pangan di sembarang tempat. Di balkon, di pekarangan rumah, di tanah kosong, dlsb. Mereka juga kembali bercocok tanam dengan metode tradisional untuk memproduksi komoditas pangan.

Sementara industri gula yang menjadi sumber utama pemasukan negara, mandek beroperasi karena bahan bakunya langka. Produksi tebu merosot drastis karena tak ada lagi pasokan pupuk dan pestisida dari negara rekanan. Kalau pun ada, truk-truk dan kereta api pengangkutnya tak bisa jalan akibat paceklik bahan bakar.

Budidaya Sayuran Organik di Kuba
(Budidaya sayuran dilakukan murni dillakukan secara organik karena terhentinya pasokan pupuk dan pestisida kimiawi dari luar. Image : Cuban News)

Baca Juga : Rusia Sahkan Penerapan Standarisasi Produk Makanan Organik

 border=

Omong-omong soal gula, Kuba sudah lama diasosiasikan dengan butiran putih berasa manis tersebut. Di antara negara-negara sosialis, Kuba adalah eksportir gula terbesar. Namun budidaya tebu membutuhkan pupuk sintetis dan pestisida dalam jumlah besar. Dan kedua hal itu boleh dikatakan seluruhnya dipasok dari Uni Sovyet, yang juga menjadi pasar utama produksi gula Kuba.

Industri gula ini yang berperan menggerakkan ekonomi di Kuba. Pasalnya, dari produksi gula, Kuba bisa mendatangkan bahan bakar minyak dan berbagai kebutuhan pokok warganya. Maka ketika industri gula ini macet, macet pulalah berbagai sektor lainnya. Sampai-sampai ada istilah “periode khusus” untuk menyebut keadaan ekonomi yang stagnan di Kuba. Apalagi Amerika Serikat saat itu juga turut cawe-cawe dengan memperketat embargo ekonomi di negara yang berbatasan laut dengan kota Miami itu.

Rupanya aneka kesulitan ekonomi yang membelit warga Kuba ini malah melahirkan revolusi baru yang sama sekali tak ada kaitannya dengan politik. Revolusi pertanian organik.

Tanpa energi (baca : bbm), mustahil memproduksi gula. Tanpa gula, tak ada pemasukkan. Tak ada pemasukkan (baca : uang), ya tak ada lagi alat tukar untuk impor bahan makanan. Rakyat Kuba pun diambang mengalami bencana kelaparan.

Dengan keterbatasan sarana untuk berproduksi secara normal, mau tak mau petani Kuba terpaksa mengubah cara mereka mengolah lahan. Mereka kembali memanfaatkan kerbau untuk membajak ladang, melakukan barter hasil produksi dengan kebutuhan pokok lain atau menjualnya di lingkungan terdekat, menggunakan pupuk dan pestisida dari bahan alami, dlsb. Persis seperti yang pernah dilakukan orang tua atau kakek nenek mereka sebelumnya.

Kerbau untuk Bajak Ladang
(Minimnya ketersediaan bahan bakar membuat petani Kuba kembali menggunakan kerbau untuk membajak ladang. Image : Life Gate)

Baca Juga : Kuba-Oxfam Prioritaskan Pertanian Ramah Lingkungan

Inilah awal mula pertanian organik menjadi gantungan warga Kuba untuk mencukupi kebutuhan pangannya. Generasi muda juga terlibat langsung menjadi petani-petani dengan lahan seadanya.

Sementara Pemerintah Kuba tak tinggal diam dan mengeluarkan dekrit khusus dengan label Decree-Law 259. Dekrit tersebut mengatur tentang pengambilalihan lahan-lahan tidur untuk menggenjot produksi pertanian. Dalam 10 tahun terakhir, ada 2 juta lahan tidur yang diambil alih pemerintah.

Hanya saja mengelola lahan-lahan tidur ini tidaklah mudah. Terlebih sebagian besar dari lahan-lahan tersebut dulunya bekas perkebunan tebu. Pola tanam monokultur selama beberapa dekade menyulitkan pemulihan kesuburan tanah yang bermuara pada rendahnya produktivitas.

Akan tetapi seiring perjalanan waktu, penduduk Kuba kian mampu beradaptasi sehingga dapat berswasembada kebutuhan pokok tanpa harus terlalu menggantungkan suplai dari luar.

Meski berjalan lamban, namun transisi dari pertanian monokultur yang konvensional menjadi pertanian organik, membuahkan hasil.

Baca Juga : Makanan Organik Lebih Murah? Betul! Betul! Betul!

Penelitian yang dipublikasikan Monthly Review, menunjukkan bahwa dari awal tahun 1988 hingga 2007, Kuba berhasil meningkatkan produksi sayuran sebesar 145 persen, kacang-kacangan 351 persen  dan umbi-umbian sebesar 145 persen. Kuba juga behasil mengurangi penggunaan pestisida 72 persen.

Perkebunan Tebu di Kuba
(Kuba pernah mengalami masa kejayaan sebagai eksportir gula utama di bekas negara-negara sosialis. Namun kini banyak perkebunan tebu beralih menjadi pertanian hortikultura tanaman pangan. Image : Wikipedia)

“Pertanian organik bukan fatamorgana. Penutupan setengah dari pabrik gula di negara kami merupakan langkah pertama menuju kemandirian pangan,” demikian disampaikan Fernando Funes Monzote, Profesor di Bidang Agronomi yang juga salah satu pemrakarsa pertanian organik di Kuba.

Walau pun tidak sempurna dan masih membutuhkan banyak pembenahan, transisi negara tersebut menuju model pertanian baru adalah contoh yang dapat kita ambil. Pembangunan pertanian berkelanjutan sekaligus menjamin ketahanan dan keamanan pangan sangat mungkin dilakukan.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan