border=

Pertemuan Menteri Pangan AMAF di Vietnam Lahirkan Sejumlah Kesepakatan

Delegasi Indonesia di Pertemuan AMAF ke-40 di Vietnam
(Delegasi Indonesia di pertemuan AMAF ke-40 di Hanoi, Vietnam, 11-12 Oktober 2018. Image : Dok. Kementerian Pertanian)
Pomidor.id – Pertemuan Menteri-menteri pertanian, perikanan dan kehutanan ASEAN (AMAF) ke-40 dan 3 negara di kawasan (Tiongkok, Jepang, Korea Selatan), melahirkan sejumlah kesepakatan. Secara umum, pertemuan di Hanoi, Vietnam, itu melahirkan sejumlah kesepakatan kerja sama sub sektor peternakan, tanaman pangan, perikanan dan kehutanan.

“Secara khusus para Menteri menyetujui ASEAN Guidelines on Promoting Responsible Investment in Food, Agriculture and Forestry untuk mempromosikan investasi di bidang pangan, pertanian, dan kehutanan di kawasan ASEAN.”

Demikian pernyataan Menteri Pertaniaan, Andi Amran Sulaiman, dalam keterangan tertulis, Sabtu, (13/10).

 border=

Amran mengungkapkan, AMAF ke-40 juga menyetujui 17 dokumen baru dan review 750 dokumen terkait harmonisasi Maximum Residue Limits (MRLs), panduan ASEAN terhadap seritifikasi Organik, standar ASEAN untuk komoditas kelapa, sirsak, dan talas, serta standar ASEAN untuk vaksin hewan.

Sedangkan pada sektor perikanan, para menteri mengesahkan proposal Indonesia terkait ASEAN Tuna Ecolabeling (ATEL) Policy paper on the Establishment of ASEAN Regional Ecolabelling Scheme.

“Pembentukan ATEL bertujuan untuk meningkatkan daya saing perikanan tuna ASEAN pada pasar global dengan membangun brand tuna ASEAN sebagai produk yang berkelanjutan dan tertelusur,” lanjutnya.

 border=

Amran menambahkan, para menteri juga menyetujui pembentukan Expert Working Group on ASEAN Good Aquaculture Practices (EWG-ASEAN GAqP) untuk mendukung implementasi dan pengelolaan ASEAN GAqP dan ASEAN Shrimp GAqP, serta menyetujui pembentukan Ad-Hoc Task Force to Conduct a Feasibility Study on the Development of the ASEAN General Fisheries Policy.

Baca Juga : Indonesia Serukan Cegah Praktek Proteksionisme di Pertemuan ASEAN-EU

Sementara pada pertemuan ASEAN Plus Three (China, Jepang, Korea Selatan), para menteri mengapresiasi implementasi Rencana Strategis Kerjasama ASEAN Plus Three bidang pangan, pertanian dan kehutanan periode 2016-2025.

Amran menambahkan, fokus kerja sama adalah upaya menjamin ketahanan pangan, mempromosikan pembangunan pertanian dan kehutanan berkelanjutan serta peningkatan perdagangan di negara-negara ASEAN Plus Three.

Selanjutnya, dalam pertemuan ASEAN-China Ministerial Meeting on Sanitary and Phytosanitary ke-6, para Menteri menyepakati perpanjangan MoU on strengthening Sanitary and Phytosanitary Cooperation untuk tahun 2019-2021.

MoU tersebut mencakup kerja sama di bidang keamanan pangan, inspeksi dan karantina tanaman dan hewan dan peningkatan kerja sama sejumlah bidang.

Baca Juga : Korsel-ASEAN Bahas Peningkatan Kerja Sama Perdagangan di Bidang Pertanian

Bentuk kerja sama meliputi pembentukan informasi notifikasi dan sistem komunikasi, pertukaran kunjungan ahli bidang SPS, pelaksanaan pelatihan, seminar dan kegiatan serupa lainnya. dengan mempertimbangkan kesenjangan pembangunan di negara-negara ASEAN).

Kemudian ada pula penelitian bersama serta pembentukan mekanisme untuk konsultasi SPS.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan