border=

3 Minggu Makan Mi Instant Untuk Ngirit, Malah Masuk Rumah Sakit

Mi Instant
(Mi instant memang nikmat dan praktis untuk mengganjal perut. Namun keseringan, apalagi mengkonsumsinya terus menerus selama tiga minggu, bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Image : ist)
Pomidor.id – Apa yang terjadi pada seorang mahasiswi China ini rasanya jamak pula terjadi di sini. Demi menghemat pengeluaran atau memang karena anggaran biaya hidup pas-pasan, makan mi instant kerap menjadi pilihan utama pengganjal perut. Namun kalau mengkonsumsinya tanpa ukuran, bukannya ngirit tapi malah bisa berakhir di rumah sakit.

Gara-gara ingin sedikit memiliki uang lebih saat Singles Day, hari libur populer di kalangan kaum muda di China, seorang mahasiswi rela menyengsarakan diri hanya makan mi instant selama tiga minggu penuh. Akibatnya bisa diduga, si mahasiswi kucluk ini terpaksa harus menjalani rawat inap. Naasnya lagi, alih-alih turut merayakan Singles Day, tabungannya malah ludes untuk membayar biaya perawatan di rumah sakit.

Hong Jia, si mahasiswi, sempat menjadi headline sejumlah media di negeri panda dua pekan silam. Ia diberitakan hanya makan mi instant sejak pertengahan Oktober lalu. Menurut pengakuannya, ia nekad melakukan hal itu karena ingin menghemat uang sakunya sebesar 749 Yuan (sekitar Rp 1,6 juta) untuk ikut bersenang-senang di Singles Day.

 border=

Baca Juga : Kafetaria Sebuah SMA Tak Sediakan Tempat Duduk untuk Makan Siang

Di China yang makin kapitalis, Singles Day kini juga diidentikan dengan hari belanja gila-gilaan, baik online maupun offline. Hong Jia pun tak mau ketinggalan. Ia berencana pesta belanja dengan seluruh tabungannya tepat pada hari-H yang jatuh pada tanggal 11 November. Karena itulah ia melakukan diet super murah. Mi instant!

Ironisnya, diet aneh yang Hong Jia jalani membuatnya harus mengubur impiannya berburu barang-barang diskonan saat Singles Day. Ia ambruk tepat sehari sebelum hari “keramat”nya kaum muda China tersebut. Uang hasil berhemat yang sedianya untuk belanja konsumtif itu, terpaksa ia relakan untuk menebus infus dan obat-obatan.

 border=

“Tabunganku habis. Biaya infus saja lebih dari 1.000 Yuan (Rp 2,1 juta). Terus obatnya 100 Yuan (Rp 210 ribu),” ujarnya kepada media lokal.

Jia tidak menjelaskan masalah kesehatannya secara detil. Ia hanya mengatakan sempat demam tinggi beberapa hari sehingga harus dirawat di rumah sakit. Meski mengaku tak tahu pasti penyebabnya, namun ia menduga makan mi instant melulu selama berminggu-minggu bisa jadi adalah biang keladinya.

Hong Jia dan Mi Instantnya
(Hong Jia dan diet mi instant yang membuatnya masuk rumah sakit. Image : Shanghaiist)

Baca Juga : Gunakan MSG Seperlunya Agar Tak Disebut Generasi Micin

Lucunya, dalam komentar di aplikasi WeChat, sang ibu yang mengetahui kondisi Hong Jia melalui media sosial justru tidak menunjukkan rasa simpati. Ia menganggapnya sebagai ganjaran setimpal bagi kelakuan nyeleneh putrinya tersebut.

Namun namanya seorang ibu, tetap saja meluncur nasehat agar putrinya menjaga kesehatan.

“Jangan lupa banyak-banyak minum air hangat.”

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan