border=

Bikin Cerdas, Menteri Susi Ingin Konsumsi Ikan Nasional Samai Jepang

Konsumsi Ikan Nasional Musti Ditingkatkan
(Menteri Susi saat memasak gulai ikan di acara ”Seafood Lovers Mileneal”. Ia mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi ikan seperti di Jepang yang konsumsi per kapitanya mencapai 80 kg per tahun. Image : Dok. KKP)
Pomidor.id – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menginginkan agar konsumsi ikan nasional bisa menyamai kondisi yang ada di Jepang. Pasalnya, protein yang terkandung dalam ikan merupakan salah satu faktor penting yang turut menunjang kinerja otak.

Hal itu dikatakan Menteri Susi dalam rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas), Ahad kemarin, di Plaza Timur, Gelora Bung Karno, Jakarta. Peringatan Harkannas tersebut terinspirasi oleh India, meski di sana dinamakan Hari Perikanan.

Sedang manfaatnya diharapkan bisa memacu konsumsi ikan nasional seperti Jepang. Menteri Susi menyebutkan, konsumsi ikan warga Jepang telah mencapai 80 kilogram (kg) per kapita per tahun.

 border=

“Jadi, kita ingin manusia-manusia Indonesia mulai makan ikan untuk mencapai pertumbuhan konsumsi ikan Indonesia ini sama dengan Jepang. Jepang ini sudah 80 kg per kapita per tahun. Sementara Indonesia tahun kemarin (2017), 46 kg per kapita per tahun. Tahun ini, kita ingin target 50 kg per kapita per tahun,” jelas Menteri Susi.

Baca Juga : Semangat Susi Berhembus Hingga ke Gunung Buring

Menurutnya, kegemaran makan ikan ditengarai sebagai salah satu faktor yang membuat penduduk Jepang memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata.

 border=

Hal ini karena ikan diketahui memiliki segudang gizi mulai dari protein yang bermanfaat bagi tubuh hingga omega yang penting untuk menunjang kinerja otak.

“Jadi, kalau kita lihat orang Jepang pintar-pintar, jangan heran karena mereka makan seafoodnya lebih banyak. Kita mau seperti mereka,” tambahnya.


Baca Juga : FAO : Pola Makan Jepang Role Model Gaya Hidup Sehat

Menteri Susi menambahkan, hasil laut tidak melulu ikan. Ada udang, cumi dan lain-lain yang juga mengandung gizi yang sama baiknya. Bahkan lebih baik dibanding daging merah.

“Daging merah banyak triglisilnya. Jadi tidak sehat untuk badan kita, kolestrolnya banyak yang tidak bagus dari pada yang bagus. Proteinnya sama ya tapi kandungan kolestrolnya tidak sehat, jadi ibu lebih senang makan ikan daripada makan daging,” tukasnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan