border=

Fenomena Anak Kurang Gerak Mewabah di Seluruh Dunia

Anak Kurang Gerak
(Kebiasaan asyik bermain gadget selama berjam-jam membuat anak jadi malas bergerak. Image : ist)
Pomidor.id – Sebuah riset baru-baru ini merilis fakta yang sebenarnya tak terlalu mengejutkan, namun tetap saja mengkhawatirkan. Sebagian besar anak-anak di seluruh dunia ditengarai jarang berolah raga. Jika fenomena anak kurang gerak ini dibiarkan, maka sekian tahun ke depan dunia akan menghadapi gelombang masalah kesehatan yang berkaitan dengan minimnya aktivitas fisik penduduknya.

Riset tersebut dilakukan oleh The Active Healthy Kids Global Alliance yang dipublikasikan awal pekan ini di Human Kinetics Journals. Dalam riset disebutkan bahwa 75 persen negara yang disurvey, tak mampu memberikan lingkungan yang mendukung bagi aktivitas fisik warga negaranya, utamanya anak-anak.

Riset itu sendiri dilakukan oleh 517 pakar dari 49 negara. Mereka mempelajari kehidupan modern serta perbedaan kebiasaan beraktivitas fisik di masing-masing negara. Dalam riset juga ditekankan bagaimana hal itu mempengaruhi kesehatan anak-anak secara keseluruhan.

 border=

Baca Juga : Peduli Lingkungan? Biarkan Anak Anda Bermain di Luar

Para peneliti menyimpulkan umumnya masalah ini bersumber dari meningkatnya urbanisasi, otomatisasi, serta mobilitas yang bergantung pada kendaraan bermotor.

“Trend global, termasuk ketergantungan pada gadget, juga berkontribusi besar pada fenomena kurang gerak pada anak-anak. Hal ini pada akhirnya akan berbahaya bagi mereka,” kata Mark Tremblay, Presiden The Active Healthy Kids Global Alliance.

 border=

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), anak-anak berusia 6 hingga 17 tahun setidaknya butuh melakukan aktivitas fisik satu jam dalam sehari.

Secara keseluruhan, dalam penelitian tersebut disebutkan ada tiga negara yang generasi belianya paling aktif bergerak. Ketiga negara itu adalah Jepang, Slovenia dan Zimbabwe.

Baca Juga : Latih Fisik Motorik Anak dengan Rutin Berkebun di SLB YPTB

“Mengubah gaya hidup kurang gerak ini memerlukan perubahan mendasar cara pandang di masyarakat. Hidup tidak melulu bergantung pada mesin. Namun tantangan mengubah cara pandang ini tidak sama antara satu negara dengan negara lainnya. Taraf kesejahteraan serta perkembangan masing-masing negara berperan di sini,” jelas Tremblay.

“Butuh kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mengubah perilaku anak kurang gerak ini. Anak-anak mustinya diberi kebebasan untuk bermain dan aktif bergerak. Kami harap hasil penelitian ini dapat menjadi panggilan untuk bertindak bagi masyarakat di seluruh dunia,” tutup Tremblay.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan