border=

Kebijakan Tepat dan Inflasi Rendah Wujudkan Kesejahteraan Petani

Kesejahteraan Petani
(Kebijakan yang tepat dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya. Image : Dunia Kita)
Pomidor.id – Sejumlah kebijakan dan program terobosan yang dijalankan Kementerian Pertanian (Kemtan) selama empat tahun terakhir menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tak hanya efektif meningkatkan produksi hampir semua komoditas pangan strategis, tetapi juga berhasil mewujudkan kesejahteraan petani, hingga menekan angka inflasi terendah sepanjang sejarah.

Kepala Pusat Data Pertanian, Ketut Kariyasa, menuturkan stabilnya harga pangan, terutama pada hari besar keagamaan maupun tahun baru selama dua tahun terakhir, menjadikan pertanian sebagai sektor yang sangat berkontribusi dalam mengendalikan inflasi.

Lebih lanjut Ketut merinci, tahun 2013 inflasi bahan makanan masih diangka 11,35%. Hanya dalam tiga tahun, tepatnya pada 2017, inflasi turun drastis hingga mencapai level terendahnya yakni 1,26 %, angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi umum yang sebesar 3,61 %.

 border=

“Penurunan inflasi 2013 hingga 2017 jika diakumulasikan mencapai 88,9 persen. Penurunan ini terjadi karena keberhasilan pemerintah dalam menentukan program peningkatan produksi dalam negeri. Ini sejarah baru inflasi bahan makanan lebih rendah dari inflasi umum,” kata Ketut dalam keterangan pers, Rabu (14/11).

Inflasi menjadi salah satu indikator keberhasilan pemerintah dalam mengendalikan harga pangan. Hal ini sekaligus menggambarkan bahwa kebijakan yang tepat mampu menghasilkan kinerja yang tepat. Misalnya seperti peningkatan produksi dan jaminan atas ketersediaan pangan di tengah tantangan peningkatan penduduk yang signifikan setiap tahunnya.

Ketepatan pemerintah dalam menentukan program dan kebijakan pembangunan pertanian, juga tercermin melalui peningkatanan kesejahteraan petani. Hal ini terlihat dari Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

 border=

Baca Juga : Peningkatan Kapasitas Petani Dapat Atasi Alih Fungsi Lahan

Berdasarkan data BPS yang dirilis secara nasional, NTUP tahun 2014 yang sebesar 106,05 membaik menjadi 111,77 di bulan September 2018.

“Kenaikan NTUP ini menunjukkan betapa kesejahteraan petani membaik. NTUP lebih mencerminkan kelayakan usaha tani,” kata Ketut.

Membaiknya kesejahteraan petani juga didukung dengan menurunya jumlah penduduk miskin di perdesaan secara konsisten. Baik itu secara absolut maupun persentase.

Perbandingannya jika pada Maret 2015 jumlah penduduk miskin di perdesaan sebanyak 17,94 juta jiwa atau 14,21 persen, maka pada bulan yang sama di tahun 2018 turun menjadi 15,81 juta jiwa atau 13,47 persen, lanjut Ketut.

Baca Juga : Jangan Abaikan Penurunan Daya Beli Petani dan Kenaikan Harga Pangan

Sejak 2015, Kementerian Pertanian telah menjalankan berbagai program yang dapat mendorong pemberdayaan dan kesejahteraan petani. Program termasuk mengalokasikan anggaran hingga 85 persen di tahun 2018 untuk sarana produksi pertanian. Beberapa di antaranya adalah perbaikan jaringan irigasi, pembangunan embung, bantuan alat dan mesin pertanian, bantuan benih unggul, subisdi pupuk, perluasan areal tanam, serta bantuan lainnya yang dapat berdampak pada peningkatan produksi pangan.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan