border=

Konsumsi Sayur Buah Sejak Dini Cegah Asma dan Alergi

Sayur dan Buah Cegah Asma dan Alergi
(Kebiasaan makan sayur dan buah sejak kecil, dapat secara alami melindungi anak dari alergi dan asma. Image : Science Nordic)
Pomidor.id – Memberi banyak asupan sayur, buah, mentega dan yoghurt di tahun pertama kehidupan seorang anak, dapat melindunginya dari penyakit asma dan alergi di kemudian hari. Demikian hasil penelitian terbaru yang menunjukkan kandungan khusus dalam beberapa makanan di atas berkaitan dengan rendahnya resiko terserang asma atau alergi.

Studi yang dilakukan sebuah tim internasional yang dipimpin oleh ilmuwan UCC tersebut menyebutkan bahwa asam lemak rantai pendek (SCFA), secara alami terkandung dalam yoghurt dan mentega. Asam lemak ini juga diproduksi melalui sayur dan buah oleh bakteri di dalam usus.

Liam O’Mahony, Profesor imunologi di Fakultas Kedokteran dan Mikrobiologi UCC, menjelaskan, ketika dikonsumsi dalam jumlah memadai di usia pertama kehidupan seorang anak, resiko terkena penyakit asma dan alergi kelak saat ia dewasa, berkurang drastis.

 border=

“Makanan yang masuk ke dalam tubuh di awal-awal kehidupan, akan melatih sistem kekebalan tubuh. Termasuk mencegah dari asma dan alergi,” jelas Profesor O’Mahony.

“Karena itu, kami sarankan banyak-banyak memberi asupan buah dan sayuran, serta yoghurt dan mentega di usia pertama anak. Itu baik untuk membangun sistem kekebalan tubuhnya,” imbuhnya.

Baca Juga : Ajaklah Anak ke Dapur untuk Mengenal Makanan Sejak Dini

 border=

Profesor O’Mahony menyimpulkan hal ini setelah meneliti sampel kotoran 300 anak. Sedangkan hasil studi tim yang dipimpinnya akan segera dipublikasikan di jurnal sains bulanan Allergy.

Ke-300 anak ini merupakan bagian dari kelompok 1.000 anak yang berpartisipasi dalam penelitian yang sama sepuluh tahun sebelumnya di Eropa.

Penelitian ini memperkuat apa yang digambarkan Profesor O’Mahony sebagai “kesamaan” antara SCFA yang terkandung dalam mentega dan yoghurt dengan fermentasi serat buah dan sayuran oleh bakteri dalam usus.

“Ada hubungan yang signifikan antara tingkat SCFA dengan pola makan si bayi,” terangnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki nilai tertinggi untuk SCFA pada usia satu tahun memiliki alergi yang jauh lebih rendah. Selain itu, ia juga cenderung tidak menderita asma ketika berusia tiga dan enam tahun.

Junk Food
(Sering mengkonsumsi makanan cepat saji memperbesar kemungkinan anak gampang alergi atau menderita asma. Karena itu sangat disarankan pola makan seimbang, termasuk memperbanyak asupan sayur dan buah sejak dini. Image : Time)

Baca Juga : Jangan Janjikan Picky Eater Hadiah Agar Mau Makan Sayur

“Peningkatan prevalensi penyakit alergi selama beberapa dekade terakhir ada hubungannya dengan perubahan gaya hidup di negara-negara industri. Salah satunya yang paling menonjol adalah pola makan,” terang Profesor O’Mahony.

“Faktor gizi dan kaitannya dengan mikroba di usus mempengaruhi kekebalan tubuh, utamanya di usia awal. Asupan gizi seimbang di masa bayi berperan penting untuk melindunginya dari alergi di masa kanak-kanaknya hingga dewasa. Memberinya makanan yang banyak mengandung sayur dan buah sejak dini dapat melindunginya dari alergi atau asma,” tegasnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan