border=

Larangan Berjualan di Pinggir Jalan Rugikan Petani Zambia

Berjualan di Pinggir Jalan di Zambia
(Aktivitas jual beli sayuran di pinggiran jalan Lusaka, Zambia. Image : Global Press Journal)
Pomidor.id – Untuk mencegah penyebaran wabah kolera, Pemerintah Zambia melarang petani dan pedagang berjualan di pinggir jalan. Larangan ini tentu saja menyulitkan petani Zambia. Pasalnya, mereka menggantungkan penjualan hasil panenan mereka pada lebih dari 10 ribu PKL yang tersebar di jalanan Lusaka, ibukota Zambia.

Salah seorang petani Zambia mengeluh. Larangan berjualan di pinggir jalan tersebut berpengaruh langsung pada penurunan pendapatannya.

“Penghasilan seret. Kami jadi rugi,” ujar Mumba, seorang petani yang rutin memasok hasil panenannya kepada pedagang di pinggir jalan. Ia mengaku kini memiliki pekerjaan tambahan mencari pembeli langsung untuk hasil panenan sayurannya.

 border=

Baca Juga : Serikat Petani Nigeria Kecam Penggunaan Karbit untuk Produk Makanan

Larangan berjualan di pinggir jalan sebenarnya diberlakukan sejak awal tahun, namun kian diperketat pengawasannya. Pemerintah Zambia mengungkapkan larangan tersebut dibuat semata karena alasan higienitas.

Berjualan di sembarang tempat dianggap rawan resiko kesehatan. Apalagi antara Oktober 2017 hingga Mei 2018, terjadi penyebaran wabah kolera di negara yang terletak di kawasan Afrika tengah tersebut. Ada lebih dari 5.900 kasus kolera yang merenggut 114 korban jiwa.

 border=

Sanksi bagi mereka yang kedapatan melanggar aturan adalah denda. Pemerintah Zambia sendiri sudah menyediakan tempat-tempat khusus berjualan sayur dan buah di dalam pasar. Namun kondisi pasar yang sempit, kumuh dan harus membayar retribusi, banyak dikeluhkan pedagang.

Karena itu, tak sedikit pedagang yang secara sembunyi-sembunyi tetap nekad berjualan di pinggir jalan.

Tentara Zambia Bersihkan Sampah PKL
(Persoalan higienitas menyangkut banyak hal, termasuk sampah. Saking joroknya, tentara pun sampai-sampai terpaksa dikerahkan untuk membersihkan sampah yang ditinggalkan para PKL bandel di Zambia. Image : Global Press Journal)

Baca Juga : Warga Keturunan Kulit Putih Kuasai 70% Lahan Pertanian di Namibia

Hal yang sama dilakukan Masiye Zulu. Dilansir dari Global Press Journal, perempuan PKL itu pernah dihukum denda karena menggelar dagangannya di tempat yang tidak semestinya. Meski demikian ia tidak kapok. Sekarang ia hanya berjualan malam hari ketika aparat sudah tidak lagi berkeliaran merazia pedagang-pedagang bandel seperti dirinya. Tempatnya? Ya tetaplah di pinggir jalan.

Berasa de javu dengan yang terjadi di sini.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan