border=

Pemanfaatan Sampah Potensial Dikembangkan Menjadi Sumber Energi

Pemanfaatan Sampah Sebagai Sumber Energi
(Dengan teknologi tertentu, sampah juga bisa dikembangkan menjadi salah satu sumber energi baru terbarukan. Image : Dok Kementerian ESDM)
Pomidor.id – Pemerintah semakin memberikan perhatian terhadap pemanfaatan sampah sebagai salah satu sumber energi melalui penggunaan teknologi tertentu. Sampah yang dihasilkan oleh masyarakat dapat menjadi salah satu sumber energi yang dapat dikembangkan pemanfaatannya dan diperkirakan mampu menghasilkan potensi sekitar 2000 MW.

“Kita menyadari sampah mempunyai potensi energi biomassa yang dapat kita konversikan menjadi energi lain. Salah satunya bisa menjadi listrik, tetapi juga tidak tertutup peluang untuk bisa kita manfaatkan menjadi biofuel,” ungkap Direktur Bioenergi, Andriah Febby Misna dalam rilis resmi Ditjen EBTKE (Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi) Kementerian ESDM.

Febby menuturkan, peningkatan pertumbuhan penduduk menyebabkan peningkatan volume sampah masyarakat, terbatasnya daya tampung dan usia pakai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada. Penetapan sejumlah daerah sebagai daerah yang darurat sampah juga menjadi beberapa faktor pentingnya pengembangan dan pemanfaatan sampah di Indonesia.

 border=

“Kalau kita melihat untuk sampah kota, itu ada sebesar 2000 MW yang bisa kita bangkitkan dari sampah. Beberapa kota memang sudah memiliki jumlah sampah yang cukup besar,” tambahnya.

Baca Juga : Penanganan Sampah Kota Malang Diapresiasi Pemerintah Pusat

Dari hasil survei yang dilakukan Pemerintah, terdapat sekitar 15 kota yang memiliki sampah dengan jumlah yang besar. Diantaranya DKI Jakarta dengan potensi sampah yang dapat mencapai 7000 ton per hari, disusul oleh Surabaya, Bandung dan Bekasi.

 border=

Terdapat beberapa teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah untuk menjadi gas, pelet (yang bisa menggantikan batu bara), dan biofuel. Pemanfaatan sampah tersebut tergantung dari teknologi yang digunakan dan diakui bahwa teknologi pengelolaan sampah masih cukup mahal.

Dari sisi regulasi, Pemerintah telah mengupayakan beberapa peraturan sebagai payung hukum untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah.

“Diantaranya itu ada Undang-undang tentang Energi nomor 30 tahun 2007, yang menjadi payung kita dalam pengembangan EBT (Energi Baru Terbarukan). Kemudian juga sudah ada Undang-undang nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Kemudian ada Peraturan Pemerintah nomor 79 tentang KEN (Kebijakan Energi Nasional), dimana target kita meningkatkan kontribusi dari EBT, salah satunya dari Bioenergi. Kita juga sudah mempunyai Peraturan Pemerintah terkait dengan proyek strategis nasional. Pembangkit Listrik Tenaga Sampah merupakan salah satu dari proyek strategis nasional ini,” papar Febby.

Baca Juga : Energi Baru Terbarukan Solusi Tepat untuk Tekan Impor BBM

Lebih lanjut Febby menambahkan, ada revisi Perpres nomor 35 tentang percepatan program pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. Dalam peraturan tersebut, diatur terkait kota-kota yang menjadi target percepatan untuk pengelolaan sampah serta harga dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah.

“Kita sudah mempunyai komitmen untuk bisa mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030. Diharapkan dengan kita bisa memanfaatkan sampah ini menjadi energi, maka kita juga bisa mengurangi penggunaan energi fosil baik itu yang kita manfaatkan untuk energi listrik, maupun untuk biofuelnya,” tutup Febby.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan