border=

Permudah Ekspor Produk Pertanian, Barantan Terapkan Layanan Digital

Layanan Digital untuk Permudah Ekspor Produk Pertanian
(Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini, ketika menjelaskan penerapan layanan digital untuk memudahkan monitoring lalu lintas produk pertanian di Bogor, Senin (19/11). Image : Dok Kementan)
Pomidor.id – Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian mengembangkan terobosan layanan digital seiring dengan peningkatan arus lalu lintas produk pertanian dan memasuki era Revolusi Industri 4.0.

“Digitalisasi operasional karantina merupakan pilihan strategis dalam menjamin akurasi, percepatan layanan dan jaminan kesehatan serta keamanan produk pertanian kita. Termasuk mendorong ekspor produk pertanian,” kata Kepala Barantan Banun Harpini, Senin (19/11).

Banun menjelaskan layanan perkarantinaan otomatis tersebut diimplementasikan melalui Indonesia Quarantine Full Automation System (IQFAST) yang merupakan rumah besar sistem informasi karantina. IQFAST telah dibangun dan digunakan di seluruh unit pelaksana teknis karantina pertanian di seluruh Indonesia.

 border=

Menurutnya, IQFAST merupakan sistem yang memungkinkan monitoring arus lalu lintas komoditas pertanian di seluruh pintu pemasukan dan pengeluaran secara real time. Sistem ini juga menjadi titik tolak pengembangan big data perkarantinaan ke depan.

Baca Juga : Kementan Percepat Izin Ekspor Komoditas Pertanian dari 13 Hari Jadi 3 Jam

Layanan digital dapat meningkatkan pengawasan dan pengendalian waktu tunggu atau dwelling time. Dari data yang dilansir Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan, waktu tunggu di Pelabuhan Tanjung Priok pada 2018 rata-rata 0,55 hari setelah sebelumnya pada 2017 rata-rata 3,63 hari.

 border=

Dalam memfasilitasi perdagangan ekspor komoditas pertanian, aplikasi Pertukaran Data Antarnegara Asean dalam kerangka Asean Single Window, dengan negara-negara mitra dagang Indonesia dilakukan melalui pengembangan E-Cert di 3 negara mitra dagang yakni: Australia, Selandia Baru, dan Belanda.

“Ke depan menyusul Amerika Serikat, Jepang dan Singapura yang dijamin oleh otoritas certificate digital, Badan Sandi dan Siber Nasional (BSSN). Penjaminan ini semakin mendorong terwujudnya pelayanan karantina berkelas dunia,” imbuh Banun.

Baca Juga : E-Cert Percepat Dokumen Ekspor dari 5 Hari Jadi 1 Menit

Ia juga menyampaikan jajarannya terus memersiapkan menuju penataan sistem fisik siber di era industri 4.0 dengan 4 langkah. Pertama, melakukan penataan data dengan memanfaatkan Cloud Data Archive, sehingga memungkinkan data dikelola secara elektronik aman, tervalidasi, dan terkontrol.

Lalu kedua, penggunaan Quarantine Blank Certificate dalam kegiatan operasional tanpa kertas dan terverifikasi secara digital dengan harapan dapat terwujud dalam waktu dekat.

Pengembangan e-tracebility audit merupakan langkah ketiga. Pemeriksaan ketelusuran ini dapat mengurangi penolakan komoditas produk pertanian di negara tujuan ekspor.

Langkah keempat adalah penataan empowering analisa data IQFAST. Langkah ini guna mendukung kebijakan pengendalian impor.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan