border=

Potensi Ekspor Kacang Hijau Masih Terbuka Lebar

Ekspor Kacang Hijau Terbuka Lebar
(Trend ekspor kacang hijau terus meningkat setiap tahunnya. Image : ist)
Pomidor.id – Potensi ekspor kacang hijau masih sangat terbuka. Karena itu, pengembangan kacang hijau Indonesia dapat menjadi andalan bagi petani tanaman pangan. Demikian disampaikan Direktur Aneka Kacang dan Umbi Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Ali Jamil.

Dalam keterangan tertulis, Rabu (21/11), Ali menyatakan, secara nasional ekspor kacang hijau dalam bentuk segar pada kurun waktu Januari-September 2018 telah mencapai 24.715 ton. Lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 sebesar 22.196 ton, atau mengalami peningkatan sebesar 11,35 persen.

Menurutnya, potensi ekspor masih cukup besar, jika melihat trend ekspor kacang hijau pada tahun 2015. Saat itu, Kementan melakukan pelepasan ekspor kacang hijau sebesar 6.000 ton yang diproduksi CV. Hasil Tani Sejahtera Gresik. Tahun 2018 sampai hari ini, perusahaan dengan label PT. Agrotani Sukses Sejahtera telah melakukan ekspor sebesar 1.075 ton ke Filipina.

 border=

“Ekspor kacang hijau ini diperoleh dari petani di Kabupaten Gresik, Sumenep, Demak, Purworejo dan DIY dengan harga beli di tingkat petani berkisar Rp. 11.000 sampai 13.500/kg. Kacang hijau yang di ekspor dalam bentuk biji besar yang nantinya akan dimanfaatkan menjadi taoge, bahan kue dan bubur,” jelas Ali.

Baca Juga : Ekspor Produk Kopi Olahan Nasional Naik 10 Persen

Mendukung produksi dan peningkatan eskpor, Kementan khususnya Direktorat Jenderal Tanaman Pangan berusaha mendorong produksi kacang hijau melalui bantuan pemerintah kepada kelompok tani seluas 5.000 hektare di tahun 2018. Tahun depan luasan lahan akan ditingkatkan menjadi 6.500 hektar.

 border=

Bantuan tersebut dialokasikan ke 5 provinsi sentra produksi. Yakni, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa tenggara Timur dan Sulawesi Selatan.

Ali menambahkan, produktivitas kacang hijau selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir meningkat sebesar 1,09 persen. Padahal luas panen berfluktuasi dan cenderung menurun sebesar 2,97 persen.

“Peningkatan produksi kacang hijau dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti persilangan, budidaya, dan penggunan varietas unggul,” tambah Ali Jamil.

Baca Juga : Ekspor Gula Serbuk Organik Tembus Pasar Eropa

Semangat petani untuk meningkatkan produksi kacang hijau masih sangat besar, hal ini karena disamping harga yang stabil dan menguntungkan, kacang hijau juga berumur pendek sehingga cepat dipanen sekitar 55 hingga 65 hari. Selain itu, kacang hijau juga mampu tumbuh di lahan tidak subur dengan cara budidaya yang mudah dan minim biaya perawatan.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan