border=

Ribuan Petani India Demo Tuntut Perbaikan Harga Komoditas Pertanian

Petani India Demo
(Para petani di India, melakukan pawai demo ke Gedung Parlemen di New Delhi, Jumat (30/11) menuntut dilakukannya pembatasan harga minimun untuk produk-produk pertanian. Image : AP)
Pomidor.id – Ribuan petani India demo ke parlemen di New Delhi, Jumat (30/11), untuk menuntut perbaikan harga hasil produksi mereka. Selain itu, pemerintah diminta membebaskan mereka dari pinjaman pertanian untuk meringankan kesulitan yang mereka alami saat ini.

Dengan mengibarkan bendera dan spanduk berwarna merah, kuning dan hijau yang mewakili beberapa organisasi petani, para pemrotes juga mendesak agar harga diesel dan pupuk diturunkan. Para petani India menuding pemerintah nasionalis Hindu bertanggung jawab atas kesulitan yang disebabkan menurunnya pendapatan mereka di sektor pertanian selama bertahun-tahun.

Dilansir Associated Press, dalam pawai demo ini sebagian petani membawa tengkorak manusia yang mereka sebut sebagai rekan petani yang bunuh diri akibat terlilit hutang. Janda-janda mereka turut bergabung dalam demo ke parlemen tersebut.

 border=

Baca Juga : Puluhan Ribu Petani India Bunuh Diri Akibat Perubahan Iklim

Sejumlah petani yang marah, ada pula yang nekad telanjang dan berbaring di jalanan. Namun mereka segera diingatkan pemimpin demo untuk mengenakan pakaian mereka kembali.

Para petani India demo menuntut dialog dengan anggota parlemen untuk membicarakan tuntutan mereka. Namun aparat keamanan mencegat mereka di Jantar Mantar, lokasi yang sangat dekat dengan gedung parlemen di New Delhi.

 border=

Dalam demo, terlihat pula spanduk-spanduk yang menuduh Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modhi tak memenuhi janjinya untuk menjamin petani mendapatkan setidaknya satu setengah biaya dari hasil produksi mereka. Pemerintah federal juga didesak untuk meningkatkan harga minimun produk pertanian sehingga tidak menyusahkan petani ketika harga anjlok di pasaran.

Baca Juga : Petani India Buang Panenan Tomat Karena Harganya Anjlok

Meski termasuk negara agraris, sektor pertanian hanya menyumbang 15 persen dari ekonomi India. Padahal mereka yang bekerja di sektor penghasil pangan ini lebih dari separuh penduduk India yang berjumlah 1,3 milyar jiwa. Salah satu sebab pertanian di negerinya Sharukh Khan itu sulit berkembang adalah karena terlalu bergantung pada hujan.

Ketika gagal panen, umumnya petani miskin terpaksa meminjam uang dengan bunga tinggi untuk membeli bibit, pupuk serta makanan untuk ternak mereka. Bahkan tak jarang mereka juga harus menggadaikan tanah. Dengan hutang yang terus menumpuk, banyak petani di India yang stress dan akhirnya bunuh diri.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan