border=

Rutin Konsumsi Makanan Organik Turunkan Resiko Kanker

Makanan Organik di Supermarket
(Produk sayur dan buah organik di supermarket. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan makanan yang sehat dan bebas dari residu pestisida sintetis, membuat pertumbuhan bisnis makanan organik meningkat pesat. Image : Shutter Stock)
Pomidor.id – Mengkonsumsi makanan organik secara rutin terbukti berkorelasi langsung dengan berkurangnya resiko terkena kanker. Demikian hasil sebuah studi yang dilakukan bertahun-tahun yang kemudian dipublikasikan di jurnal American Medical Association.

Studi observasional yang dipimpin oleh tim ilmuwan yang disponsori pemerintah Perancis tersebut meneliti pola makan 69 ribu responden. Setelah empat tahun, responden yang teratur mengkonsumsi makanan organik, ternyata mengalami penurunan hingga 25 persen resikonya terkena kanker.

Sementara mereka yang menerapkan gaya hidup organik dalam kesehariannya, hasil dari studi ini menunjukkan resiko limfoma non Hodgkin secara signifikan jauh lebih rendah. Termasuk pula semua limfoma dan kanker payudara pascamenopause.

 border=

Para peneliti menyimpulkan, “Kendati perlu penelitian lebih lanjut, namun temuan ini membuktikan bahwa mengkonsumsi makanan organik merupakan cara pencegahan yang efektif melawan kanker.”

Baca Juga : Residu Pestisida Kimia Terdeteksi Menyebar ke ASI

Selama ini pestisida memang kerap dikaitkan sebagai penyebab kanker. Salah satu diantaranya yang paling banyak digunakan obat pembasmi rumput berbahan aktif glifosat. Selain itu juga ada diazinon (obat pembasmi kutu) dan organofosfat.

 border=

“Studi ini menegaskan residu pestisida yang mengendap dalam makanan sangatlah berbahaya,” ujar pakar toksikologi, Alexis Temkin.

“Residu kimia sintetis yang terkait dengan kanker dan masalah kesehatan serius lainnya, biasanya ditemukan pada buah dan sayur yang dibudidayakan secara konvensional. Untuk makanan seperti ini, lebih baik memilih yang ditumbuhkan secara organik karena baik untuk kesehatan dan lingkungan,” imbuhnya.

Para ilmuwan memfokuskan pada 16 produk makanan dan minuman organik yang bervariasi. Selain buah dan sayur, makanan tersebut berasal dari kacang-kacangan, telur, susu, daging, biji-bijian dan ikan.

Sayur Organik dari Petani Lokal
(Sayur organik yang dibudidayakan petani lokal di sekitar kita juga dapat menjadi alternatif pilihan jika hendak mencari makanan yang bebas kontaminasi pestisida. Faktor jarak yang dekat akan memudahkan melacak riwayat sayur atau buah yang ditanam. Image : ist)

Baca Juga : 6 Alasan Kenapa Musti Beli Sayur & Buah dari Petani Lokal

Sementara itu, setiap tahun sebuah LSM Lingkungan, Environmental Working Group (EWG), merilis panduan belanja. Panduan ini berisikan daftar sayur dan buah yang paling banyak mengandung pestisida serta 15 makanan yang paling sedikit terkontaminasi, atau bahkan sama sekali bebas dari pestisida.

“Tak seorang pun ingin makanannya mengandung pestisida. Karena itu bisa dipahami seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, pertumbuhan bisnis makanan organik tumbuh pesat. Ini adalah respon alami konsumen atas alarm yang dibunyikan para ilmuwan tentang makanan yang beresiko buruk terhadap kesehatan,” tukas Presiden EWG, Ken Cook.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan