border=

Tahun Depan, 12 Komoditas Ikan Lokal Dilindungi Asuransi Perikanan

Asuransi Perikanan untuk Lindungi Komoditas Ikan Lokal
(Budidaya Lele dalam kolam terpal. Lele termasuk komoditas ikan lokal yang bakal dilindungi asuransi perikanan. Image : ist)
Pomidor.id – Pemerintah telah meluncurkan Asuransi Perikanan Pembudidaya Ikan Kecil (APPIK). Program asuransi untuk melindungi komoditas udang, patin, nila dan bandeng ini akan mulai aktif Desember tahun ini. Sementara untuk tahun depan, rencananya komoditas perikanan yang diasuransikan bertambah mencakup 12 komoditas ikan lokal.

Demikian diungkapkan Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (DJPB KKP), Slamet Soebjakto. Ia menyampaikan, perluasan asuransi perikanan tersebut bakal dilakukan tahun depan.

“Seperti lele, ikan mas, gurame, rumput laut dan termasuk ikan lokal misalnya gabus, jelawat, tombro dan tawes,” ujarnya, Selasa (13/11).

 border=

Baca Juga : Dinas Perikanan Propinsi Fasilitasi IKM Display Produk Olahan Ikan di Mall

Menurut Slamet, skema APPIK ini menjadi penting mengingat nilai ekonomi dan tenaga kerja yang terjaring pada industri ikan budidaya sangat besar. Secara kasar, jumlah pembudidaya ikan mencapai kisaran 6 juta pelaku dan untuk saat ini sebanyak 3,7 juta akan dijaring untuk asuransi komoditas udang, bandeng, nila dan patin

Selain itu, efek dari perubahan iklim membuat budidaya ikan menjadi rawan penyakit yang bersifat massal. Oleh karena itu, asuransi perikanan dapat menjadi insentif pelaku bisnis.

 border=

“Dan ini menjawab tantangan perubahan iklim, karena yang paling tahan adalah ikan-ikan lokal ini,” katanya.

Melalui skema APPIK, pembudidaya ikan dalam skala industri kecil yang terdaftar bakal mendapatkan jaminan keamanan finansial di hadapan risiko penyakit massal dan kegagalan usaha akibat bencana alam yang merusak sarana budidaya hingga 50 persen lebih.

Baca Juga : Cargill Buka Pusat Teknologi untuk Budidaya Perikanan Air Tawar di Indonesia

Untuk mendapatkan asuransi tersebut, pembudidaya harus melapor pada Dinas Perikanan setempat. Untuk tahun pertama usaha, pemerintah akan menanggung asuransi tersebut sepenuhnya alias full subsidi.

“Selanjutnya kita dorong agar mereka mandiri,” pungkas Slamet.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan