border=

Citrus Greening, Penyakit Mematikan Pada Tanaman Jeruk

Penyakit Citrus Greening pada Jeruk
(Salah satu ciri pohon jeruk yang terinfeksi Citrus Greening. Image : Pinterest)
Pomidor.id – Penyakit Citrus Greening atau Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman jeruk di Indonesia, juga di dunia. Di beberapa kasus, CVPD bahkan dapat menyebabkan penurunan produksi jeruk mencapai 60 – 95 persen. Karena itu, penyakit ini tergolong momok bagi para petani jeruk.

Citrus Greening atau CVPD juga dikenal dengan nama Leaf Mottle (Filipina), Likubin (Taiwan), Citrus Dieback (India), Blotchy-Mottle (Afrika) dan Huanglongbing (Cina). Sebagai penyakit utama, CVPD menyerang hampir semua kultivar jeruk, dapat menyebabkan produksi berkurang dan memperpendek masa hidup tanaman.

Gejala umum infeksi CVPD pada tanaman jeruk muda menyebabkan kuncup daun berkembang lambat dan pertumbuhan daun mencuat ke atas. Tanaman juga kerdil dan segera mati.

 border=

Pada tanaman jeruk dewasa, gejalanya sering lebih bervariasi. Diawali dengan munculnya belang berwarna kuning pada bagian daun, daun kecil dan menebal. Kemudian pada masa produksi, buah berukuran kecil, bentuknya tidak beraturan (tidak simetris) serta mudah rontok sebelum masak. Rasa buahnya pun pahit dan masam.

Daun Jeruk Terinfeksi CVPD
(Belang hijau kuning pada daun tanaman jeruk yang terinfeksi Citrus Greening. Image : Farm Press)

Yang membuat sulit menentukan apakah tanaman jeruk terinfeksi CVPD atau tidak adalah gejalanya yang hampir sama dengan tanaman kekurangan nutrisi. Untuk memastikannya, perlu dilakukan uji iodin. Uji iodin adalah meneteskan cairan iodium pada irisan daun yang diambil dari tanaman yang diduga terinfeksi CVPD.

Baca Juga : Penyakit Busuk Daun Pada Tanaman Kentang

 border=

Penularan

Tanaman jeruk terinfeksi CVPD melalui dua cara penularan. Pertama, melalui serangga sebagai perantara penyakit. Kutu jeruk Asia sering kali dituding menjadi vektor penyakit ini. Ketika serangga menghisap cairan dari tanaman berpenyakit CVPD, cairan yang mengandung bakteri Liberibacter asiaticus ini masuk ke tubuhnya. Si serangga kemudian memindahkan cairan tersebut saat menghisap tanaman yang sehat.

Kedua, melalui okulasi pohon induk tanaman jeruk yang berpenyakit CVPD. Okulasi yang dilakukan secara sembrono justru menularkan tanaman yang terinfeksi CVPD pada tanaman jeruk yang sehat.

Pengendalian

Ada beberapa cara pengendalian agar daya rusak penyakit Citrus Greening ini tidak berdampak kolosal secara ekonomi. Yakni, cara biologis, mekanis/fisik dan cara kimiawi.

Cara biologis lebih bersifat preventif. Untuk mengurangi populasi serangga vektor CVPD, dapat menggunakan predator alaminya seperti kepik merah, parasit atau patogen bagi serangga. Bisa juga menggunakan ekstrak atau rendaman insektisida alami dari bahan-bahan seperti mint, tembakau, mimba, dlsb. Namun karena cara ini lebih bersifat pencegahan. Hasilnya tidak efektif ketika populasi serangga pengganggu tanaman sudah jauh di atas ambang batas.

Kutu Jeruk
(Asian Citrus Psyllid atau kutu jeruk Asia, vektor penyakit Citrus Greening. Image : Flickr)

Baca Juga : Panama Disease Ancam Industri Perdagangan Pisang Global

Hampir sama dengan cara biologis, cara mekanis juga cenderung preventif. Hanya saja, cara ini memanfaatkan alat buatan manusia. Menggunakan perangkap kuning, misalnya. Perangkap ini digantung di sekitar pohon jeruk dengan ketinggian yang sama. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian kutu pembawa CVPD agar menempel pada perangkap tersebut.

Selain itu, sanitasi kebun juga tak kalah pentingnya. Rutin membersihkan kebun, termasuk memangkas ranting atau daun tua yang terlalu rimbun sehingga menghalangi masuknya sinar matahari, juga dapat mengendalikan penyebaran hama dan penyakit tanaman. Jika ada pohon jeruk yang positif terinfeksi CVPD, segera bongkar dan musnahkan.

Terakhir adalah cara kimia dengan menyemprotkan insektisida untuk mengendalikan vektornya jika cara-cara yang lain tidak efektif. Insektisida kimia yang digunakan adalah yang mengandung bahan aktif dimethoat atau sipermetrin.

Untuk cara kimiawi ini, sebaiknya mengikuti petunjuk yang telah ditentukan. Masker, sarung tangan dan kaca mata khusus, sebaiknya digunakan ketika melakukan penyemprotan. Hal ini untuk menghindari kontak tubuh dengan racun insektisida.

Baca Juga : Bawang Putih yang Ijin Impornya Diselewengkan Juga Bawa Penyakit

Pengendalian yang skalanya luas adalah melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan). Barantan dapat mengeluarkan larangan memasukkan bibit jeruk yang tidak jelas asal usulnya, baik itu antar daerah di Indonesia maupun dari wilayah negara lain. Ini dimaksudkan untuk mencegah penyebaran endemi CVPD.

Jeruk Rusak
(Mengingat daya rusaknya yang parah, bahkan membuat tingkat kegagalan produksi bisa mencapai lebih dari 60 persen, pengawasan yang ketat diperlukan untuk mencegah penyebaran endemi CVPD ke sentra-sentra perkebunan jeruk. Image : ist)

Tanpa kewaspadaan tinggi, Citrus Greening dapat memporak-porandakan industri jeruk di suatu negara. Seperti yang pernah terjadi di Puerto Rico beberapa tahun silam.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan