border=

Mentan Sebut PPL Sebagai Pahlawan Pertanian

Mentan Sebut PPL Sebagai Pahlawan Pertanian
(Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, saat berbicara di hadapan sekitar 1.000 penyuluh pertanian dan tenaga teknis pertanian di IPB, Bogor, Kamis (20/12). Image : Dok Kementan)
Pomidor.id – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengapresiasi dan menyebut Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) beserta tenaga teknis pertanian sebagai pahlawan pertanian Indonesia. Pujian tersebut dilontarkannya ketika menjadi pembicara dalam “Temu Koordinasi Nasional Penyuluh dan Tenaga Teknis Pertanian Tahun 2018” di IPB, Bogor, Jawa Barat (20/12).

Di hadapan sedikitnya 1000 penyuluhdan tenaga teknis pertanian yang hadir, Mentan menyebut mereka sebagai pahlawan pertanian.

“Ini adalah pahlawan-pahlawan pangan yang hadir di tempat ini. Kondisi ketahanan pangan kita berada di tangan para tenaga penyuluh,” jelasnya.

 border=

Amran bercerita pengalamannya saat pernah menjadi PPL. Ia berjuang di lapangan bersama petani di bawah terik matahari atau diguyur hujan.

“Kami tahu perjuangan PPL. Kami juga pernah jadi penyuluh. Karena Allah tahu pentingnya PPL, maka ditakdirkan menterinya dari penyuluh,” kata Amran.

Amran kemudian berpesan, agar memiliki daya saing dan memberi manfaat lebih luas bagi pembangunan pertanian Indonesia. Penyuluh pertanian harus inovatif.

Baca Juga : Indonesia Butuh Ribuan Penyuluh Pertanian

Ia berbagi pengalaman, bagaimana temuan-temuannya untuk membasmi hama tanaman pertanian telah memberikan banyak manfaat. Bahkan membuatnya mendapatkan banyak apresiasi dan pencapaian.

Menyemangati para penyuluh yang hadir, Amran mengatakan pencapaian yang diraihnya juga bisa dicapai mereka.

“Karena saya mampu berdiri di sini, dan saya juga dulu PPL, maka kalian juga bisa,” ujarnya.

Menteri asal Bone, Sulawesi Selatan, itu kemudian memberi penghargaan pada para penyuluh. Sebagai garda terdepan pembangunan pertanian, mereka turut berjasa membuat sektor pertanian meraih sejumlah prestasi membanggakan.

“Perjuangan kalian ada hasilnya. Saat jadi Menteri di tahun 2014, inflasi pangan 10,57 persen. Berkat dukungan kalian semua, tahun ini kita mencapai angka inflasi pangan terbaik 1,26 persen”, jelas Amran.

Baca Juga : Sektor Pertanian Butuh Banyak Tenaga Terdidik

Ia melanjutkan, dengan jerih payah penyuluh di lapangan, ekspor pangan Indonesia naik 29,7%. Investasi pertanian naik 110%, dengan total nilai Rp 270,1 triliun. Begitupula PDB pertanian naik 47,2%, dengan akumulasi kenaikan mencapai Rp 1.375,2 Triliun.

Sementara Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP), dua indikator kesejahteraan petani, sepanjang 2014-2018 mengalami kenaikan. NTUP naik 5,39%, NTP naik 0,22%.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan