border=

Paparan Pestisida Membuat Lebah Lebih Individualis

Lebah Lebih Individualis
Pomidor.id – Selama ini kita mengenal lebah sebagai hewan sosial yang hidupnya berkelompok dan bergantung satu dengan yang lain. Namun paparan pestisida cenderung membuat perilaku lebah lebih individualis. Perubahan perilaku ini dikhawatirkan akan mengurangi ukuran koloni lebah serta kemampuan mereka sebagai polinator.

Sebuah tim dari Universitas Harvard, AS, mempelajari pola perilaku sebanyak selusin koloni lebah sekaligus. Tim peneliti mengamati bahwa setelah terkena paparan pestisida, lebah tak lagi intens merawat larva. Bisa dikatakan, lebah lebih individualis dan kurang bersosialisasi dengan kawanannya.

Tak hanya itu, tim peneliti juga melihat paparan pestisida membuat lebah ogah-ogahan membangun pelindung lilin di sekitar koloni atau menghangatkan sarang mereka.

 border=

“Pestisida jenis ini pertama kali digunakan sekitar pertengahan tahun 1990-an. Sekarang, pestisida ini menjadi insektisida yang paling umum digunakan di seluruh dunia,” kata kepala tim peneliti, James Crall.

Namun ia tak menyebutkan merk pestisida tersebut.

“Pestisida ini biasanya untuk merawat benih, dosis tinggi diberikan pada biji. Alasan utama petani menyukai pestisida semacam ini adalah karena senyawanya bekerja secara sistemik pada tanaman. Masalahnya, senyawa itu terbawa hingga ke serbuk sari tanaman yang kemudian dihisap lebah,” lanjut Crall yang hasil studi timnya dipublikasikan di Jurnal Science.

Baca Juga : Insinyur Rusia Kembangkan Robot Lebah untuk Polinator Strawberry

Selama 10 tahun terakhir, sejumlah studi sesungguhnya sudah mengingatkan bahwa efek pestisida mengacaukan pola makan serangga polinator, termasuk lebah. Akan tetapi tak banyak tindakan nyata untuk mencegahnya.

“Mencari makan melalui penyerbukan adalah salah satu pekerjaan utama lebah. Ketika serbuk sari tanaman mengandung senyawa kimia sintetis, maka itu tentu akan berpengaruh terhadap koloni lebah secara keseluruhan,” papar Crall.

Mengingat lebah memiliki ritme sirkadian yang kuat, Crall menyarankan agar pengamatan perilaku lebah tak hanya dilakukan pada siang hari di mana serangga penyerbuk ini banyak menghabiskan waktu di tepi sarang. Tetapi juga pada malam hari. Karena pada malam hari lah, perubahan perilaku lebah yang lebih “lu lu gue gue” tampak nyata.

Baca Juga : Sayangi Lebah, Karena Tanpanya Manusia Bisa Punah

Bagaimana pun, Crall mengatakan agar memperoleh hasil yang akurat, upaya mempelajari efek senyawa pestisida musti dilakukan ke seluruh koloni. Tidak sebatas individu-individu. Pasalnya, gotong royong dan bersosialisasi merupakan sifat alami lebah. Ketika ada sebagian lebah yang menunjukkan perilaku “menyimpang”, tentu akan berpengaruh besar terhadap eksistensi koloni secara keseluruhan.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan