border=

PBB Sebut 2018 Sebagai Salah Satu Tahun Terpanas

PBB : 2018 Tahun Terpanas ke-4
(Konvensi Internasional Perubahan Iklim PBB (COP-24) di Katowice, Polandia, Senin (3/12). Image : CNN International)
Pomidor.id – Dalam Konferensi Perubahan Iklim Internasional atau Climate Change Conference (COP-24), Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut tahun 2018 menjadi tahun terpanas ke-empat yang pernah dialami bumi. Sepanjang abad ke-21, kenaikan suhu berkisar antara 5 hingga 9 derajad Celcius. Pembakaran energi fosil seperti minyak, batu bara dan gas bumi, dituding sebagai penyebab utamanya.

Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dalam pidatonya pada COP-24 tentang tahun terpanas yang terjadi tahun ini. Ia menyerukan kepada ribuan delegasi dari sekitar 200 negara untuk bertindak cepat mencegah pemanasan global dan perubahan iklim.

“Bahkan ketka kita menyaksikan dampak perubahan iklim yang merusak dan menyebabkan malapetaka di seluruh dunia, kita masih belum melakukan langkah yang cukup. Belum bergerak cepat untuk mencegahnya,” kata Guterres, di COP-24, yang berlangsung di Kota Katowice, Polandia, Senin (3/12).

 border=

Baca Juga : Negara Kepulauan Sepakati Forum Atasi Dampak Perubahan Iklim

Peringatan senada diungkapkan Patricia Espinosa, Sekretaris Eksekutif untuk Kerangka Kerja Konvensi Perubahan Iklim PBB (UNFCC).

“Tahun ini bisa jadi adalah salah satu tahun terpanas ke-empat yang pernah tercatat. Konsentrasi emisi gas rumah kaca di atmosfir terus menunjukkan tanda-tanda meningkat. Dampak perubahan ilim tidak pernah seburuk ini. Realitas ini mengingatkan kita untuk berbuat lebih banyak lagi. Konferensi ini (COP-24), harus dapat menjadi jalan untuk mewujudkannya,” ujar Patricia sebagaimana dilansir Down to Earth.

 border=
Energi Fosil
(Pembakaran energi fosil seperti batu baru, menjadi penyebab utama pemanasan global. Image : AFP)

Dalam COP-24, disebutkan pula bahwa perubahan iklim akan menyebabkan runtuhnya peradaban manusia. COP-24 merupakan pertemuan tahunan para ahli top dunia tentang perubahan iklim.

Baca Juga : Perubahan Iklim atau Pemanasan Global Penyebab Bencana?

Terkait upaya menekan pemanasan global dan perubahan iklim, Bank Dunia menginvestasikan USD 200 miliar atau sekitar Rp 3 triliun untuk mendanai aksi mengatasi perubahan iklim dari 2021-2025. Dana itu dikucurkan untuk membantu negara-negara mengurangi emisi gas rumah kaca dan efek pemanasan global.

Dana tersebut juga sesuai dengan rencana investasi lima tahun yang diberlakukan setelah Perjanjian Iklim Paris, pada 2015.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan