border=

Petani Sawit Siap Beralih ke Tanaman Pangan

Petani Sawit Beralih Petani Padi
(Petani sawit di Riau alihkan lahan sawit menjadi sawah. Image : ANTARA)
Pomidor.id – Rendahnya harga TBS (tandan buah segar) sawit, membuat petani sawit mempertimbangkan kemungkinan  untuk beralih ke tanaman pangan atau hortikultura. Pasalnya, dengan harga TBS Rp 600-Rp 900/kg, petani jelas rugi.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), Henry Saragih, awal pekan ini. Menurutnya, harga TBS di sejumlah daerah di Sumatera dikeluhkan petani sawit karena terlalu rendah, di bawah Rp 1.000/kg. Padahal agar tak sampai rugi, harga TBS minimal Rp 1.200/kg.

Ia setuju dengan pandangan Presiden Joko Widodo bahwa jatuhnya harga kelapa sawit saat ini akibat ketergantungan pada pasar global.

 border=

“Sebagaimana kita ketahui beberapa negara yang selama ini membeli kelapa sawit ke Indonesia melakukan pembatasan-pembatasan terhadap kelapa sawit. Ini karena negara-negara tersebut juga ingin mengembangkan komoditas pertaniannya yang bisa menggantikan minyak sawit,” kata Henry.

Henry melanjutkan, SPI juga setuju dengan himbauan Presiden Jokowi agar para petani Indonesia tidak tergantung pada sawit. Tapi mengkonversi tanamannya untuk tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai. dan tanaman hortikutura; juga bisa buah-buahan seperti durian, manggis, jengkol,

“Bisa juga dikonversi ke tanaman enau untuk produksi gula dan tanaman-tanaman itu bisa mendorong dikembangkannya peternakan lebah madu,” tuturnya.

Baca Juga : Kemenperin Dorong Tumbuhnya Industri Hilir Kelapa Sawit

Henry berharap pemerintah memberikan dukungannya tidak hanya untuk menaikkan harga kelapa sawit. Melainkan juga membantu petani agar bisa mengkonversi lahannya ke non sawit, terutama di masalah dana.

“Petani-petani kita punya kapasitas untuk mengkonversinya, baik untuk jangka pendek atau jangka panjang. Kelapa sawit tua bisa ditebang dalam waktu setahun bisa hasilkan jagung, pisang, ini untuk jangka pendek,” imbuhnya.

Henry mengatakan sudah banyak petani SPI yang mengkonversi lahannya dari sawit ke tanaman pangan. Contohnya di daerah Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara yang kini beralih menanam padi. Selain itu, kebun-kebun sawit juga bisa dikonversi untuk ladang penggembalaan ternak baik itu sapi, kerbau atau kambing.

SPI sebenarnya sudah memprediksi bakal terjadi over produksi karena ketergantungan terhadap pasar global serta tidak adanya perencanaan yang matang dari pemerintah sebelumnya dalam menanam seberapa banyak kelapa sawit. Karena itu ia mendukung keputusan moratorium kelapa sawit yang dilakukan pemerintah saat ini.

Baca Juga : One Map Program Percepat Program Reforma Agraria Indonesia

Henry menambahkan, SPI juga mengapresiasi langkah pemerintah Jokowi – JK yang ingin menyegerakan pelaksanaan reforma agraria.

“Untuk lahan yang HGU-nya habis ataupun lahan terlantar segera dikonversi ke lahan pertanian pangan berkelanjutan dengan konsep terapan pertanian agroekologi, pertanian ramah lingkungan, non monokultur, organik, menghentikan ketergantungan petani dari input-input kimia, guna menyelamatkan alam,” tutupnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan