border=

Pupuk Indonesia Amankan Realokasi Pupuk Bersubsidi

Realokasi Pupuk Bersubsidi
(Realokasi pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan pupuk yang meningkat di musim tanam akhir tahun. Image : Dok PT. Pupuk Indonesia)
Pomidor.id – Mengikuti Peraturan Menteri Kementerian Pertanian Nomor 48/Permentan/SR.130/11/2018 yang diterbitkan tanggal 30 November 2018, Pupuk Indonesia mengamankan realokasi pupuk bersubsidi. Upaya ini dilakukan sehubungan dengan peningkatan kebutuhan pupuk bersubsidi di musim tanam akhir tahun ini terutama untuk jenis pupuk Urea dan NPK.

Realokasi pupuk bersubsidi berbagai jenis ini dilakukan dengan menambah alokasi pupuk Urea yang sebelumnya sejumlah 4,1 juta ton menjadi 4,2 juta ton. Juga NPK yang sebelumnya sejumlah 2,2 juta ton menjadi 2,7 juta ton.

Dengan peningkatan alokasi tersebut, diharapkan pemenuhan pupuk bersubsidi terpenuhi dan mencukupi hingga satu bulan ke depan.

 border=

Baca Juga : Distribusi Pupuk Bersubsidi Terus Diawasi Saat Musim Tanam

Tercatat hingga November 2018 stok pupuk subsidi Nasional di Lini III (gudang yang berlokasi di Kabupaten) dan Lini IV (kios resmi) total sebesar 1,29 juta ton. Jumlah tersebut dua kali lipat dari ketentuan stok yang ditetapkan oleh Pemerintah. Jumlah berlimpah ini belum termasuk dengan stok yang terdapat di gudang pabrik dan provinsi.

Adapun rincian stok Lini III & IV terdiri dari 501.356 ton Urea, 333.583 ton NPK, 121.603 ton Organik, 179.437 ton SP-36 dan 163.401 ton ZA.

 border=

“Dengan target penyaluran Pupuk subsidi sebesar 9,55 juta ton hingga akhir tahun ini, kami prioritaskan untuk kebutuhan sektor tanaman pangan. Sampai dengan akhir November 2018, kami telah menyalurkan pupuk bersubsidi sebesar 8.345.804 ton atau 88% dari jumlah yang ditentukan oleh Pemerintah,” jelas Kepala Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero), Wijaya Laksana dalam kunjungannya ke Gudang Lini III di Malang, Kamis (6/12).

Baca Juga : Ketersediaan Pupuk dan Pestisida Jaga Ketahanan Pangan di Kota Malang

Untuk wilayah Jawa Timur, Wijaya menegaskan bahwa stok dan penyaluran pupuk akan terus dimonitoring.

Hingga 4 Desember 2018 stok pupuk bersubsidi di wilayah Jawa Timur mencapai 363.501 ton atau tiga kali lipat dari ketentuan minimum yang ditetapkan pemerintah. Jumlah tersebut terdiri dari 128.419 ton Urea, 107.270 ton NPK, 23.479 ton SP36, 56.638 ton ZA dan 47.696 ton Organik.

“Jumlah itu dipastikan aman hingga bulan Desember ini berakhir,” jelas Wijaya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan