border=

Sentra Bawang Putih Menyebar, Target Swasembada Optimis Tercapai

Sentra Bawang Putih di Banyuwangi
(Lahan di lereng Gunung Ijen, Kabupaten Banyuwangi, yang diplot menjadi salah satu sentra produksi bawang putih di Indonesia. Image : DETIK)
Pomidor.id – Sebagai salah satu komoditas strategis nasional, produksi bawang putih terus digenjot. Selain untuk mengurangi impor, pemerintah juga mencanangkan target swasembada di tahun 2021. Untuk mewujudkannya, Kementerian Pertanian (Kementan) memperbanyak sebaran sentra bawang putih di seluruh Indonesia.

Saat ini, penanaman bawang putih mencapai 10,6 ribu hektar. Hasilnya akan dijadikan benih pada musim tanam tahun 2019 seluas 40 ribu hektar.

“Tahun 2020 kami akan tanam besar-besaran bawang putih hingga puncaknya 2021 nanti kita akan tutup keran impor secara signifikan,” demikian penjelasan Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Suwandi, dalam keterangan resmi Senin (17/12).

 border=

Salah satu daerah yang diplot menjadi sentra bawang putih dan mendorong produksi nasional adalah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Munculnya sentra baru bawang putih ini merupakan upaya Kemtan dalam mengejar target swasembada bawang putih melalui Permentan No. 16 Tahun 2017 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH).

Permentan ini memuat klausul importir bawang putih wajib melakukan tanam di dalam negeri paling sedikit 5 persen dari total impor yang diajukan. Lokasi tanam diutamakan di wilayah baru. Hal ini dilakukan agar produksi dalam negeri terus meningkat.

 border=

Baca Juga : Percepat Swasembada Bawang Putih, Importir Wajib Gandeng Petani

Selain Banyuwangi, Kementan juga sudah melakukan pemetaan dan menyiapkan daerah-daerah yang cocok untuk pengembangan bawang putih di Indonesia. Sentra tersebut yakni di Pulau Sumatera meliputi Kabupaten Aceh Tengah, Benermeriah, Aceh Tenggara, Karo, Tapanuli Utara, Kerinci, Solok, Tanah Datar, Muara Enim, OKU Selatan, Pagaralam dan Lampung Barat.

Sementara di Pulau Jawa meliputi Kabupaten Bandung, Garut, Tegal, Majalengka, Magelang, Temanggug, Wonogiri, Banjarnegara, Magetan, Karanganyar, Mojokerto, Malang dan Batu.

Pulau Sulawesi meliputi Minahasa Selatan, Bolmong, Sigi, Parimo, Poso, Banggai, Gowa, Sinjai, Enrekang dan Tana Toraja.

Lalu Nusa Tenggara meliputi Tabanan, Bangli, Buleleng, Karangasem, Lombok Timur, Bima, Belu, TTS, TTU, Kupang dan Ende. Wilayah Maluku dan Papua meliputi Pulau Buru, Maluku Tengah, Raja Ampat, Manokwari, Lani Jaya, Jayawijaya dan Paniai.

Wilayah-wilayah tersebut ditargetkan menjadi sentra bawang putih dengan pertimbangan agroklimat yang mendukung produksi bawang putih.

Baca Juga : Penangkar dan Pengedar Benih Bawang Putih Palsu Bakal Ditindak Tegas

Pemerintah juga telah mengantisipasi dampak program swasembada terhadap harga jual ke konsumen. Penangkar dan pelaku usaha bawang putih diharapkan dapat mengurangi beban bianya produksi sehingga harga jual masih sesuai dengan daya beli konsumen.

“Kementan bersama Satgas Pangan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan regulasi dan distribusi serta pemasarannya agar tidak terjadi kecurangan,” jelasnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan