70 Persen Penyakit Menular Pada Manusia Berasal dari Sesama Primata

Penyakit Menular dari Sesama Primata
(Zoonosis dari monyet seperti Ebola dapat membahayakan populasi manusia. Image : Primate World)
Pomidor.id – Sebuah penelitian baru-baru ini menyebutkan bahwa lebih dari 60 persen penyakit menular yang menjangkiti manusia berasal dari hewan. Yang mengejutkan, lebih dari 70 persen zoonosis tersebut ditularkan melalui hewan liar, khususnya kera dan monyet.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di PLOS Neglected Tropical Diseases, resiko penyakit menular dari kera dan monyet ke manusia karena keduanya sama-sama tergolong primata.

Penelitian itu sendiri dilakukan di Kamerun, salah satu negara di Afrika. Para peneliti mengumpulkan data dari ratusan penduduk di sejumlah desa dengan menggunakan data terkini, wawancara langsung dengan responden serta survei kebiasaan makan warga lokal.

Baca Juga : Vaksinasi Rutin Pada Hewan Peliharaan Cegah Penularan Penyakit Berbahaya

Dari seluruh responden yang disurvey, 85 persen ternyata setidaknya pernah mengkonsumsi daging monyet. Secara tradisi, suku-suku di pedalaman Afrika memang tak asing dengan menu santapan daging monyet.

Di sisi lain, banyak koloni monyet yang hidup di pinggiran hutan di sekitar desa-desa mereka. Sehingga kontak dengan binatang yang memiliki banyak kemiripan genetik dengan manusia itu sangat sulit dihindari.

Karena eratnya kemiripan tersebut, kera dan monyet menjadi penghantar patogen yang dapat membahayakan populasi manusia.

Pasar Daging Monyet
(Menyantap daging sesama primata, apa itu bukan kanibal? Daging monyet yang bebas diperjualbelikan di beberapa negara Afrika. Image : Al Jazeera)

Baca Juga : Mengoplos Minuman Energi dengan Alkohol? Situ Waras?

“Otoritas nasional dan internasional harus mendukung peningkatan pengawasan terhadap manusia dan spesies monyet yang berada di sekitar kita. Begitu pula dengan kampanye untuk mempromosikan praktik konsumsi daging yang sehat dan aman,” demikian pernyataan yang dirilis paska penelitian.

Para peneliti juga mengingatkan akan pentingnya penerapan multidisplin ilmu sosial dan pendekatan ekologis untuk menghindari wabah penyakit tropikal yang muncul dari dalam hutan.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan