border=

Bangladesh, Kekuatan Baru di Perdagangan Global Buah-buahan Tropis

Bangladesh, Kekuatan Baru Produsen Buah-buahan Tropis
(Seorang petani menunjukkan hasil panenan mangganya. Produksi buah-buah tropis yang meningkat pesat selama 18 terakhir, membuat Bangladesh lepas dari indeks negara yang terancam kelaparan. Image : Solidaridad Network)
Pomidor.id – Di tengah berita-berita kekeringan, banjir atau konflik sosial yang kerap melanda Bangladesh, kabar positif justru menyeruak dari sektor pertaniannya. Negara yang terletak di kawasan Asia Selatan itu kini diperhitungkan sebagai kekuatan baru di bidang perdagangan global buah-buahan tropis.

Data dari FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian) PBB, tahun lalu Bangladesh tercatat sebagai negara dengan tingkat pertumbuhan produksi buah-buahan tertinggi sejagad. Hal ini membuat negara itu masuk dalam sepuluh besar produsen buah-buahan tropis di dunia.

Selama hampir dua dekade terakhir, FAO memperkirakan produksi buah-buahan Bangladesh mencapai rata-rata 11,5 persen. Beberapa komoditas yang melambungkan Bangladesh menjadi salah satu negara utama produsen buah-buahan tropis di antaranya adalah nangka (nomor 2), mangga (nomor 7) dan jambu biji (nomor 8).

 border=

Di luar itu ada juwet, kelengkeng, belimbing, pepaya, buah kawis, lemon, nanas, semangka, duku, sawo dan melon. Seluruh buah-buahan yang sebenarnya juga banyak dijumpai di Indonesia tersebut, pertumbuhan produksinya cepat dan menjadi andalan ekspor Bangladesh.

Kendati terkendala masalah geografis (lahan subur yang terbatas) serta jumlah penduduknya yang padat, Pemerintah Bangladesh terus berupaya meningkatkan areal budidaya buah-buahan tropis hingga sebesar 10 persen per tahun.

Pasar Nangka di Bangladesh
(Karena produksinya yang melimpah sehingga menduduki posisi kedua produsen nangka terbesar di dunia, buah ini sudah dianggap sebagai buah nasional Bangladesh. Image : The Independent)

Baca Juga : Konsumsi Buah Impor Jadi Simbol Status Sosial di India

Revolusi agrikultura dilakukan pemerintah negara sempalan India itu secara konsisten serta terencana. Banyak pohon buah yang ditanam di sepanjang jalan dan pekarangan rumah penduduk. Budidaya untuk tujuan komersial juga meningkat selama sepuluh tahun terakhir.

Sattar Mandal, mantan rektor Universitas Pertanian Bangladesh, menuturkan kepada Prothom Alo bahwa produksi buah-buahan berkontribusi besar pada penguatan ketahanan pangan negaranya. Bangladesh kini tak lagi masuk dalam daftar negara yang terancam kelaparan.

Menurut Kementerian Pertanian Bangladesh, jika sepuluh tahun lalu ada 56 varietas buah yang dibudidayakan, kini jumlah itu meningkat menjadi 72 varietas. Sejumlah varietas lainnya tengah dipelajari untuk dibudidayakan massal.

“Kami mendorong varietas buah yang lebih baik untuk ditanam di areal terbatas. Saat ini ada 30 varietas dari 11 jenis buah yang tengah diuji,” kata Mehedi Masud, direktur proyek nutrisi Departemen Penyuluhan Pertanian Bangladesh.

Buah Kawis
(Di Indonesia, buah kawis atau orang Jawa menyebutnya kinco, termasuk buah langka karena sudah sangat jarang dijumpai. Namun di Bangladesh, buah eksotis ini justru menjadi salah satu andalan ekspor. Image : Exotic Flora)

Baca Juga : Pertanian Organik Selamatkan Kuba dari Bencana Kelaparan

Sejauh ini, sebagian besar lahan yang digunakan adalah untuk produksi pisang. Disusul kemudian untuk mangga, pepaya dan nangka.

Ada pun tanaman buah yang peningkatan produksinya paling cepat adalah jambu biji dan kelengkeng. Juga alpukat, rambutan, strawberry, jeruk, kelapa, kurma, buah naga, buah tin dan buah kawis.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan