border=

Dosen UGM Kembangkan Anti Hama dari Cangkang Kepiting dan Udang

Anti Hama dari Limbah Cangkang Kepiting dan Udang
(Limbah cangkang kepiting dapat dimanfaatkan untuk menekan hama pertanian serta pengawet bahan makanan yang aman bagi tubuh. Image : Pixabay)
Pomidor.id – Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Ronny Martien, berhasil mengolah limbah cangkang kepiting dan udang menjadi formula nanokitosan untuk menekan hama pertanian yang ramah lingkungan.

Dilansir Antara, saat jumpa pers di Kampus UGM di Yogyakarta, Jumat (11/1), Ronny mengatakan ide pengembangan formula nanokitosan itu berawal dari keprihatinannya terhadap maraknya penggunaan pestisida untuk membasmi hama. Khususnya di perkebunan sayur dan buah di daerah Ngablak Kopeng, Jawa Tengah.

“Penggunaan pestisida dalam jumlah besar yang dilakulan petani memang mampu mengurangi serangan hama perkebunan. Tetapi itu berbahaya,” kata Ronny.

 border=

Dari keprihatinan itu, lantas muncul ide untuk membuat nanokitosan untuk melindungi tanaman dari hama dari limbah cangkang kepiting dan udang.

Menurut Ronny, selain mengandung senyawa kitin yang kemudian bisa diubah menjadi kitosan dalam ukuran nano partikel berwujud cair, pemilihan cangkang udang dan kepiting itu cukup strategis karena sumber daya kelautan di Indonesia cukup melimpah.

Baca Juga : Agen Biodegradable Gantikan Insektisida Kimiawi Lindungi Tanaman

 border=

Formula nanokitosan yang dikembangkan, terangnya, mengandung antimikroba sehingga memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur serta bersifat non-toksik.

“Bukan seperti pestisida yang membunuh hama. Tetapi nanokitosan disemprotkan untuk melapisi tanaman sehingga melindungi dari serangan hama,” jelasnya.

Ronny Martien
(Ronny Martien menunjukkan formula nanokitosan dari limbah cangkang kepiting yang ramah lingkungan di Kantor Humas UGM, Yogyakarta. Image : Antara/Luqman Hakim)

Ronny mengatakan karena nanokitosan itu merupakan biopolimer atau polimer alam, maka aman bagi manusia dan ramah lingkungan.

“Formula ini juga dapat menyuburkan tanaman karena memiliki kemampuan mengikat unsur hara di alam sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman,” imbuhnya.

Saat ini formula tersebut telah dimanfaatkan oleh petani di berbagai wilayah Indonesia seperti di Kopeng, Tawangmangu, Kediri dan Lombok Barat.

Baca Juga : Nanopartikel Perak Perpanjang Masa Simpan Tomat

Lebih dari itu, ia menambahkan, formula dari limbah cangkang kepiting dan udang yang ia kembangkan juga dapat dimanfaatkan sebagai pengawet buah, sayur, ikan, serta bahan pangan lainnya yang aman bagi tubuh.

“Bisa memperpanjang umur simpan produk makanan hingga tiga bulan dan juga menjaga kualitas produk,” tutur Ronny.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan