Kejar Peningkatan Produksi, Pemkab Malang Datangkan Benih Padi Unggul

Demplot Benih Padi Unggul di Kepanjen
(Uji tanam benih padi hibrida tanggal 7 Januari 2019 di Kepanjen, Kabupaten Malang. Image : ist)
Pomidor.id – Dalam upaya meningkatkan produksi beras di wilayahnya, Pemerintah Kabupaten Malang berencana mendatangkan varietas padi hibrida yang dikabarkan mampu menghasilkan panenan 10 hingga 15 ton per hektar. Varietas benih padi unggul tersebut saat ini tengah diuji coba di dua demplot (demontration plot), yakni di Singosari dan Kepanjen.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Budiar, mengatakan benih padi unggul itu ditawarkan oleh sebuah perusahaan pembenihan dari Surabaya. Benih padi tersebut diklaim mempunyai produktivitas yang sangat tinggi. Per tangkainya berisikan sekitar 400 bulir padi, atau di atas jenis padi lainnya yang rata-rata 200-250 bulir per tangkai.

“Jika umumnya padi yang ditanam petani panenannya 7 sampai 8 ton per hektar, benih padi ini bisa menghasilkan 10 sampai 15 ton per hektar. Tak usah muluk-muluk 15 ton, 10 ton per hektar saja sudah cukup bagus,” ujar Budiar di kantornya di Kepanjen, Rabu (16/1).

Baca Juga : Pengembangan Padi Hibrida Dinilai Efektif Tingkatkan Produktivitas

Benih padi unggul tersebut kini sedang diuji tanam di dua demplot milik dinas pertanian Kabupaten Malang. 1,5 hektar di Singosari dan 1 hektar di Kepanjen. Untuk demplot yang di Singosari, penanaman dilakukan bulan Desember tahun lalu. Sedangkan yang di Kepanjen, baru ditanam awal Januari ini.

Untuk penanamannya tidak ada perlakuan khusus. Sama seperti menanam padi-padi jenis lainnya. Dengan demikian, biaya tanam relatif tidak membengkak.

Budiar
(Budiar (berpakaian dinas ASN), saat memonitor langsung penanaman benih padi unggul di Kepanjen (7/1). Image : ist)

“Jika memang benar benih padi itu produksinya bisa lebih dari 10 ton per hektar, ini tentu hal yang menggembirakan. Sebab tak hanya menguntungkan bagi petani. Tapi juga akan mendongkrak produktivitas panenan padi di wilayah Kabupaten Malang,” jelas Budiar.

Dari informasi yang diterima, lanjutnya, benih padi itu diproduksi massal di Blitar. Sehingga akan memudahkan ketika hendak mendatangkannya dalam jumlah besar karena secara geografis berbatasan langsung dengan Kabupaten Malang.

Benih Padi Hibrida yang Diuji Coba
(Benih padi unggul yang diklaim mampu menghasilkan panenan 10 hingga 15 ton per hektar. Image : ist)

Baca Juga : Pupuk dan Benih Tingkatkan Produksi Pangan

Rencananya, hari Minggu lusa (20/1) ia akan menengok perkembangan padi yang ditanam di demplot Singosari. Ia berharap hasil benih padi unggul itu nantinya sesuai dengan yang digambarkan. Pasalnya selain dapat membantu mensejahterakan petani, produktivitas yang tinggi juga akan berkaitan langsung dengan peningkatan ketahanan pangan, khususnya di wilayah Malang Raya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan