Kementan Gulirkan Wacana Wajib Tanam Kedelai Bagi Importir

Wacana Wajib Tanam Kedelai Bagi Importir
(Kementerian Pertanian wacanakan wajib tanam kedelai untuk mendongkrak produksi kedelai dalam negeri. Image : World Grain)
Pomidor.id – Setelah memberlakukan wajib tanam bagi importir bawang putih, Kementerian Pertanian mewacanakan kebijakan yang sama untuk komoditas strategis lainnya, kedelai. Wacana wajib tanam kedelai bagi importir ini selain untuk mendorong produksi nasional, juga untuk meningkatkan minat penyerapan kedelai lokal.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Tanaman Kementerian Pertanian, Gatot Irianto, akhir pekan ini. Menurutnya, izin impor yang selama ini diberikan kepada importir kedelai perlu dibenahi. Jika hanya impor tapi tidak mendorong produksi kedelai dalam negeri, lambat laun akan menggerus petani.

“Ini usulan teman pedagang, ‘jangan mereka dikasih izin impor tapi tidak ada tangung jawab produksi dalam negeri’. Kami setuju dan akan kami dorong untuk dibahas di rakortas,” kata Gatot.

Apabila wacana wajib tanam kedelai ini menjadi aturan, skemanya akan mirip dengan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) pada tanaman bawang putih.

Sebagaimana diketahui, sejak dua tahun lalu kebijakan yang mewajibkan penanaman di dalam negeri dikenakan bagi importir bawang putih. Besarannya adalah lima persen dari volume pengajuah RIPH. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian 38 tahun 2017.

Hanya saja untuk memberlakukan kewajiban tanam yang sama untuk kedelai, saat ini masih dalam pembahasan internal. Belum ada target kapan realisasi wacana tersebut.

Baca Juga : Percepat Swasembada Bawang Putih, Importir Wajib Gandeng Petani

Mengutip data Kementan, sepanjang tahun 2018, produksi kedelai diperkirakan mencapai 983.000 ton yang berasal dari lahan panen seluas 680.000 hektare.

Gatot optimistis, jika kewajiban tanam ini terealisasi, akan meningkatkan produksi kedelai dalam negeri dan mampu memenuhi kebutuhan nasional. Ia juga menilai produksi kedelai lokal sudah bagus, tidak kalah dengan kedelai impor transgenik (GMO) dari Amerika Serikat.

Kementan menargetkan swasembada kedelai di tahun 2020 dengan produksi mencapai 2,5 juta ton. Sedangkan kebutuhan industri pengolah tahu tempe membutuhkan kedelai setidaknya 2 juta ton.

Baca Juga : Pengamat : Kaji Ulang Target Swasembada Kedelai

Sementara itu, Ketua Asosasi Kedelai Indonesia (Akindo), Yusan, mengatakan, wacana wajib tanam kedelai bagi importir perlu pertimbangan matang. Alasannya, sebagian besar industri pengolahan masih bergantung pada impor karena kualitas produknya bagus dan stoknya melimpah. Sehingga impor adalah pilihan yang paling realistis demi menjaga stok dan kualitas.

Kalau pun importir dipaksakan wajib tanam kedelai, harus ada antisipasi pada isu pengadaan lahan dan asistensi terhadap pihak swasta. Tak hanya itu, kedelai adalah tanaman subtropis sehingga kurang cocok ditanam di Indonesia juga harus dipikirkan.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan