border=

Mendem Duren 2019 : “Yang Mentah Ya Jangan Dibawa Ke Sini, Dong!”

Pesta Mendem Duren di Malang
(Hujan sore hari yang sempat mengguyur, sedikit mengurangi pengunjung di Pesta Mendem Duren di Ki Ageng Gribig, Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Image : Pomidor)
Pomidor.id – Doyan durian? Tinggal di wilayah Malang? Tak ada salahnya sedikit meluangkan waktu akhir pekan mengunjungi pesta rakyat kuliner dan pesta durian di Madyopuro, Kedungkandang, Kota Malang. Pesta bertajuk “Mendem Duren” itu digelar di sepanjang jalan Ki Ageng Gribig, tepatnya di depan Kampus III Universitas Negeri Malang. Sekedar mengingatkan, awas-awaslah memilih durian. Memasrahkan pilihan pada pedagang, bisa-bisa Sampeyan pulang bawa oleh-oleh durian mentah.

Puluhan pedagang durian dengan jejeran pikap berkumpul di event Mendem Duren yang berlangsung mulai tanggal 10 hingga 19 Januari 2019. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Pasuruan, Banyuwangi, Jember, Lumajang, dll.

Dari informasi DMR Production Malang, pihak penyelenggara, event tersebut bisa dikunjungi masyarakat dari jam 10 pagi sampai jam 10 malam. Pesta mendem duren tahun ini merupakan yang ketiga. Tahun sebelumnya digelar di Rampal, Kota Malang.

 border=

Hari pertama event Kamis (10/1), pengunjung sempat ramai. Banyak di antara mereka yang memutuskan untuk menikmati durian langsung di tempat mereka beli. Sebagian ada pula yang dibawa pulang.

Namun di hari-hari berikutnya, pengunjung terlihat sedikit menurun.

“Itu mungkin karena hujan yang terus mengguyur Malang saat sore hari. Tapi habis Maghrib, pengunjung biasanya berdatangan. Hari Minggu, saya yakin yang datang akan tambah banyak,” ujar Ahmad, seorang pedagang durian asal Jember.

 border=
Makan di Tempat
(Sebagian pengunjung memilih menikmati langsung durian di tempat beli. Image : Pomidor)

Ahmad yang membawa dua pikap penuh durian ke Malang, menambahkan, tahun ini panenan durian relatif lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Karena itu ia bisa memboyong lebih dari seribu durian berbagai ukuran dan jenis. Ahmad sendiri mengaku ia cuma pedagang durian musiman. Buah berbau menyengat itu ia kulak dari Songgon, Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga : Demam Durian di China Bikin Negara-negara ASEAN Kewalahan

Sempat ada pemandangan menarik ketika seorang emak-emak memprotes kondisi durian yang dibelinya. Dari empat durian yang ia beli dan bawa pulang, tak satu pun yang bisa dinikmati.

“Sampeyan ini gimana, sih, Mas. Masak durian yang saya beli empat-empatnya ndak bisa dimakan. Masih mentah. Yang masih mentah ya jangan dibawa ke sini, dong!” ketusnya sembari menunjukkan durian yang sebelumnya ia beli kepada si pedagang.

Emak-emak itu melanjutkan omelannya kalau ia sekedar penikmat durian. Ia kurang bisa membedakan mana durian yang masih mentah, mana yang sudah masak. Tapi dengan uang yang sudah dikeluarkan, ia berharap mendapat durian yang bisa leker disantap bareng-bareng keluarga. Bukan yang mentah.

Emak2 ngomel
(Seorang emak-emak komplain karena durian yang dibeli masih mentah semua. Image : Pomidor)

Baca Juga : Buah Durian itu Buah Asli Indonesia, Lho…

Sementara si pedagang enggan berkomentar banyak. Ia hanya mengatakan durian-durian itu sudah dari tempat asalnya demikian. Tak mungkin ia mengecek satu satu. Kalau pun ternyata ada yang masih mentah, itu resiko penjual dan pembeli.

Lha? Kondisi barang dagangan tidak prima kok konsumen yang harus menanggung resiko. Ada-ada saja.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan