border=

Mengapa Sayur dan Buah Bentuknya Khas?

Bentuk Sayur dan Buah
(Mekanisme genetik adalah yang paling berperan membuat buah dan sayur berbentuk lonjong, bulat atau runcing. Image : Hortibiz)
Pomidor.id – Ketika menanam terong, yang ada di benak kita adalah suatu saat kita akan memanen sayur yang berbentuk besar dan lonjong, entah itu warnanya hijau atau ungu. Begitu pula dengan melon. Saat menaruh bibitnya ke tanah atau media lainnya, kita pasti membayangkan buah yang bentuknya besar dan bulat. Pertanyaannya, mengapa imaginasi kita langsung menyimpulkan bahwa terong itu lonjong dan melon itu bulat? Mengapa tidak sebaliknya, terong itu bulat dan melon itu lonjong? Apa yang membuat sayur dan buah bentuknya bisa begitu khas?

Pertanyaan-pertanyaan di atas sesungguhnya sudah lama memancing rasa penasaran para ilmuwan. Tak terhitung penelitian yang mereka lakukan untuk menguak rahasia yang di balik bentuk spesifik sayur dan buah. “Efek samping” beberapa penelitian tersebut kemudian malah berujung pada lahirnya varian baru yang sama sekali berbeda dari aslinya seperti semangka mini, labu raksasa, strawberry sebesar kepalan tangan, dlsb.

Esther van der Knaap, seorang pakar biologi tanaman dari Universitas Georgia, AS, yang dibantu beberapa koleganya sesama ilmuwan, mengklaim telah berhasil menemukan jawabannya. Klaim itu mereka terbitkan dalam jurnal Nature Communications.

 border=

Dalam jurnal ilmiah tersebut, mereka mengungkapkan bahwa mekanisme genetiklah yang membentuk sayur dan buah seperti yang kita kenal sekarang. Sifat-sifat genetik yang dimiliki setiap tanaman adalah yang berperan mengontrol bentuk buah, daun dan biji.

“Kami mungkin bisa menjelaskan bentuk banyak buah dan sayuran melalui mekanisme yang mirip dengan yang terjadi pada tomat,” ujar van der Knaap.

Baca Juga : 10 Hal Tentang Tomat yang Jarang Diketahui Orang

Pada tomat, para ilmuwan mendapati bahwa sel-sel tanaman dapat dibagi dalam satu kolom atau baris untuk menentukan bentuknya. Mekanisme serupa juga dapat dilihat pada beberapa spesies tanaman lain. Misalnya, melon, timun dan kentang. Begitu pula dengan yang mengontrol bentuk butiran beras dan daun padi yang panjang meruncing.

Dalam penelitian yang dilakukan, para ilmuwan dapat memetakan gen pengontrol pada tanaman lain yang mirip dengan tomat, yakni kentang. Gen yang mengontrol bentuk umbi kentang ditemukan di titik yang sama dalam genom yang berfungsi sebagai gen pengendali bentuk tomat.

Pada tanaman lain, gen pengontrol tidak selalu berada di tempat yang sama persis. Namun gen-gen tersebut diyakini bekerja dengan mekanisme yang sama, mengendalikan struktur horizontal atau vertikal dalam pembelahan sel.

Varian Bentuk Tomat
(Berbagai varian bentuk tomat. Sebagian memang orisinal, sebagian lagi ada yang genetikanya sudah direkayasa sehingga bentuknya berbeda jauh dari aslinya. Image : Tuscookany)

Baca Juga : Tak Suka Makanan Transgenik? Jangan Makan Jagung!

Van der Knapp dkk berharap temuan ini bermanfaat untuk pemahaman yang lebih baik tentang evolusi dan perkembangan tanaman.Hal ini juga akan sangat membantu para pemulia tanaman yang barangkali ingin bereksperimen menanam tomat berbentuk cabai.

Tentunya eksperimen itu musti dilatari pengetahuan yang mumpuni tentang biologi tanaman. Kalau sekedar coba-coba, bentuk buah bukannya sesuai dengan yang dikehendaki. Bisa-bisa tumbuhnya abnormal atau malah mati sebelum berbuah.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan