Penguatan Sektor Pertanian Berperan Entaskan Kemiskinan di Desa

Sektor Pertanian Berperan Kurangi Kemiskinan di Desa
(Sektor pertanian berperan besar menurunkan angka kemiskinan di desa. Image : Edhie Bento)
Pomidor.id – Rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Selasa (15/1), mencatat tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2018, turun menjadi 25,67 juta orang atau 9,66 persen dari total penduduk di tanah air. Tingkat kemiskinan ini merupakan rekor terendah sejak tahun 1999. Salah satu faktor yang berperan mengentaskan kemiskinan di desa adalah penguatan sektor pertanian.

“Meski ada penurunan kemiskinan kita masih punya pekerjaan rumah. Tingkat kemiskinan di desa lebih tinggi dibandingkan di kota,” kata Kepala BPS Suhariyanto.

Dalam catatan BPS, persentase kemiskinan perkotaan pada September 2018 sebesar 6,89 persen. Sementara, tingkat kemiskinan perdesaan mencapai 13,1 persen. Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di desa antara lain, upah riil buruh tani, Nilai Tukar Petani (NTP) serta inflasi.

Komposisi garis kemiskinan selama Maret hingga September 2018 naik 2,36 persen dari Rp 401 ribu menjadi Rp 410 ribu per kapita per bulan. Peran komoditas makanan mendominasi sebesar 73,54 persen pada garis kemiskinan.

“Ini sebabnya stabilisasi harga pangan sangat penting karena akan berpengaruh pada tingkat kemiskinan,” kata Suhariyanto.

Di sisi lain, pengentasan kemiskinan, khususnya di desa, tidak lepas dari sejumlah program yang dijalankan pemerintahan Presiden Jokowi-JK. Program-program tersebut terkait pengurangan desa tertinggal serta peningkatan pendapatan di desa yang melibatkan sejumlah stakeholder. Mulai dari pemerintah, swasta, perbankan hingga lapisan masyarakat terutama pada sektor pertanian.

Baca Juga : Dana Desa Juga Dapat Berperan Tekan Angka Kemiskinan di Perkotaan

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo, mengatakan program-program pemberdayaan desa sangat penting.

“Sekitar 82 persen masyarakat kita tinggal di pedesaan yang mayoritas tergantung dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan maupun perikanan,” ujar Menteri Desa awal pekan ini di Jakarta.

Dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Kemendes PDTT telah memasang target mengentaskan 5.000 desa tertinggal serta menciptakan 2.000 desa mandiri hingga tahun 2019. Pada pelaksanaannya, target tersebut terlampaui.

Hasil potensi desa yang dikeluarkan BPS, jumlah desa tertinggal mengalami penurunan. Jika di tahun 2014 ada 19.750 desa tertinggal, di tahun 2018 turun menjadi 13.232 atau mengalami penurunan sebanyak 6.518 desa. Sedang untuk desa mandiri, dari 2.894 desa di tahun 2014, melonjak hampir dua kali lipat di tahun 2018 menjadi 5.559 desa mandiri.

Baca Juga : Program Inovasi Desa untuk Percepat Kemandirian Desa

Hal ini membuat angka penurunan kemiskinan di desa jauh lebih besar dibandingkan di kota. Penduduk miskin di desa turun sekitar 1,2 juta jiwa, sedangkan di kota hanya turun 580 ribu jiwa. Meski demikian, jumlah orang miskin di desa masih lebih banyak daripada di kota.

“Jika angka kemiskinan di desa bisa terus kita pertahankan, maka dalam waktu lima tahun ke depan jumlah orang miskin di desa akan lebih kecil dari pada di kota,” terang Menteri Desa dalam keterangan pers.

Potret Kemiskinan di Desa
(Penguatan sektor pertanian yang memiliki efek domino besar di daerah pedesaan musti gencar dilakukan agar kemiskinan di desa dapat terus menurun. Image : ist)

Kerja keras banyak pihak berperan mendorong kemajuan sektor pertanian dalam empat tahun terakhir. Pendapatan per kapita desa naik signifikan. Di tahun 2014, pendapatan per kapita desa hanya Rp 572 ribu per kapita per bulan. Namun di tahun 2018, angkanya naik menjadi Rp 874 ribu per kapita per bulan.

“Kalau ini bisa kita pertahankan, lima tahun yang akan datang pendapatan per kapita di desa itu sudah lebih dari dua juta. Semua ini salah satu faktor utamanya adalah keberhasilan di sektor pertanian,” ujar Menteri Eko.

Baca Juga : Dorong Ekonomi Pedesaan dengan Prukades

Ia menambahkan, Kemendes bekerja sama dengan sejumlah stakeholder serta Kementerian Pertanian untuk mengembangkan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades). Prukades ini apabila dikerjakan bersama-sama akan lebih cepat meningkatkan pertumbuhan di desa dan pendapatan masyarakat desa.

“Mudah-mudahan cita-cita untuk Indonesia menjadi negara yang adil dan makmur bisa terlaksana dan Indonesia juga akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia,” tegasnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan