Pupuk Bersubsidi Hanya untuk Petani yang Tergabung Kelompok Tani

Pupuk Bersubsidi
(Pupuk NPK Phonska produksi PT Petrokimia Gresik termasuk pupuk bersubsidi yang diperketat pengawasan distribusinya. Image : Dok. Pomidor)
Pomidor.id – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) kembali menegaskan, pupuk bersubsidi hanya untuk petani yang tergabung dalam kelompok tani. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 47 Tahun 2017 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Dadih Permana mengatakan, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi kelompok tani juga harus menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Pupuk bersubdisi itu untuk petani yang tergabung dalam kelompok tani dan didistribusikan sesuai dengan alokasi yang sudah ditetapkan,” kata Dadih Permana dalam keterangan tertulis, Selasa (22/1).

Terkait dengan petani yang mengeluh belum mendapatkan pupuk subsidi, Dadih menjelaskan, karena masih ada sebagian petani yang belum menyusun RDKK. Sehingga, tidak memperoleh alokasi pupuk bersubsidi, termasuk juga sejumlah petani Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Baca Juga : Pupuk Indonesia Amankan Realokasi Pupuk Bersubsidi

Untuk mengatasi hal ini, Kementan menginstruksikan anggota Holding Pupuk untuk menyediakan pupuk nonsubsidi di kios resmi. Seandainya belum menyusun RDKK, sehingga tidak termasuk dalam kelompok tani, petani masih dapat membeli pupuk tapi dengan harga komersial.

“Kelompok tani harus segera menyusun RDKK agar segera mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi,” katanya.

Sesuai ketentuan Kemtan, produsen pupuk diwajibkan menyimpan stok sampai untuk kebutuhan dua minggu ke depan. Namun pada praktiknya, produsen telah menyiapkan stok setara dengan stok untuk satu bulan ke depan.

“Hal ini untuk mencegah terjadinya kelangkaan pada saat terjadi lonjakan permintaan di musim tanam,” ujarnya.

Baca Juga : Pupuk Bersubsidi Hanya untuk Petani Pangan dan Tebu

Direktur Pupuk dan Pestisida, Ditjen PSP Kemtan, Muhrizal Sarwani menambahkan, Kemtan akan menyalurkan 9,55 juta ton pupuk subsidi tahun anggaran 2019 dengan memprioritaskan sentra-sentra produksi pertanian.

“Jenis pupuk yang disalurkan berupa Urea, SP36, NPK, ZA dan pupuk organik. Kemudian pengawasan pupuk dan pestisida juga dilakukan agar petani yang berhak menerimanya secara langsung,” ujarnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan