Sepanjang 2018, Inflasi Kota Malang 2,98 Persen

Inflasi Kota Malang
(Kelompok bahan makanan, termasuk daging ayam, menjadi penyumbang inflasi terbesar Desember 2018 di Kota Malang. Image : Arsip Pomidor)
Pomidor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang tahun 2018 angka inflasi Kota Malang sepanjang tahun 2018 adalah sebesar 2,98 persen. Angka inflasi ini lebih rendah dibandingkan tahun 2017 serta tak sampai melebihi inflasi yang ditargetkan Bank Indonesia (BI) sebesar 3,2 persen.

Sementara untuk yang bulanan, angka inflasi Kota Malang pada bulan Desember 2018 tercatat 0,65 persen.

Menurut Kepala Seksi Statistik Distribusi BPS Kota Malang, Dwi Handayani Prasetyowati, penurunan angka inflasi dari 3,75 persen di tahun 2017 menjadi 2,98 persen di tahun 2018, menunjukkan kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) cukup berhasil.

“TPID Kota Malang berhasil mengendalikan inflasi. Ini harus diapresiasi. Karena tim ini bisa mencegah adanya kenaikan harga komoditas-komoditas kebutuhan masyarakat sehingga daya beli terjaga,” ucapnya di Malang, Rabu, (2/1).

Baca Juga : Jangan Abaikan Penurunan Daya Beli Petani dan Kenaikan Harga Pangan

Dwi menambahkan, inflasi bulan Desember terutama didorong oleh kelompok bahan makanan yang mencapai 1,49 persen. Kemudian disusul sektor transportasi 1,3 persen dan kelompok sandang 0,37 persen.

Meski demikian angka inflasi Kota Malang dikatakannya masih lebih tinggi dari angka inflasi Jawa Timur.

“Untuk Jatim, Desember mengalami inflasi 0,60 persen, dan inflasi tahunan 2,86 persen. Kota Malang masih lebih tinggi, karena ada kota-kota lain di Jatim yang inflasinya lebih rendah. Jadi rata-ratanya juga relatif rendah,” jelas Dwi.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan