border=

10 Tanaman Umbi-umbian Paling Menyehatkan

Tanaman Umbi-umbian
(Tanaman umbi-umbian yang banyak memiliki manfaat bagi kesehatan. Image : Friedas)
Pomidor.id – Banyak tanaman umbi-umbian yang kita kenal. Sebagian malah sudah menjadi bagian dari keseharian kita, entah itu berupa persediaan di dapur atau sudah berupa olahan yang terhidang di meja makan kita.

Tanaman umbi-umbian dalam pengertian umum didefinisikan sebagai tanaman yang dapat dimakan bagian yang tumbuh di bawah tanah. Bisa akar. Bisa pula batangnya. Baik akar maupun batang itu “membengkak” ketika tumbuh. Lalu kita menyebutnya umbi. Wortel, kentang, singkong, bawang, adalah beberapa contohnya.

Namun tak kalah dengan “saudaranya” yang tumbuh di atas tanah, tanaman umbi-umbian pun memiliki seabrek manfaat bagi kesehatan. Juga sudah menjadi bagian dari budaya kuliner dan makanan pokok penduduk di berbagai belahan bumi.

 border=

Berikut 10 besar tanaman umbi-umbian yang paling menyehatkan.

  1. Kentang

KentangSetelah padi dan gandum, kentang merupakan tanaman sumber karbohidrat yang paling banyak dikonsumsi sebagai makanan pokok. Memiliki lebih dari dua ribu varietas dan dibudidayakan di 160 negara, kentang juga mengandung aneka nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Mulai dari sejumlah vitamin seperti vitamin A, B-kompleks, hingga vitamin C. Kemudian ada asam folat, mineral, kalium, magnesium, karotenoid dan polifenol. Dalam umbi kentang ditemukan pula zat solanin yang dikenal sebagai obat penenang, anti kejang dan anti jamur.

Baca Juga : Diversikasi Pangan Berkaitan Erat dengan Budaya Pangan Masyarakat

  1. Bit

BitBit merupakan jenis tanaman umbi yang paling banyak kandungan gizinya. Dalam sepotong umbi berwarna ungu gelap ini, lengkap tersedia unsur karbohidrat, vitamin C, serat, folat, mineral, magnesium, kalium, sodium dan zat besi. Bit kaya senyawa nitrat yang berfungsi untuk membantu melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.

Rutin mengkonsumsi bit akan meningkatkan kesehatan jantung karena tidak mengandung lemak jenuh atau kolesterol. Kandungan antioksidan yang ada dalam bit juga dapat mengurangi efek peradangan.

Walau pun memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, bit kurang begitu populer di Indonesia. Selain faktor harganya yang relatif mahal (pembudidayanya sangat sedikit), budaya kuliner kita jarang yang menggunakan bit sebagai bahan masakan.

Bit bisa dikonsumsi dengan cara dijus, direbus, dikukus, dipanggang atau pun dimakan mentah.

  1. Ubi Jalar

Ubi JalarUbi jalar sempat digadang-gadang menjadi sumber karbohidrat pengganti nasi. Pasalnya, umbi ini sebenarnya sudah tak asing untuk kudapan yang mengenyangkan perut. Di jaman mbah-mbah kita dulu, menyantap telo (orang Jawa menyebut ubi jalar) di sore hari sudah seperti ritual sehari-hari. Karena mengenyangkan, orang sudah tak tertarik memakan nasi yang kadar gulanya tinggi saat malam tiba. Tak heran orang dulu sehat-sehat. Jarang yang terkena obesitas, diabetes atau kolesterol.

Selain itu, manfaat kesehatan lain dari ubi jalar adalah kaya akan serat, vitamin A dan vitamin C, mineral, magnesium serta sumber antioksidan yang tinggi.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa makan 4 gram ekstrak ubi jalar setiap hari selama 12 minggu berturut-turut akan meningkatkan kontrol gula darah pada penderita diabetes. Sedangkan kandungan vitamin A yang dimiliknya berperan meningkatkan kekebalan tubuh, menjaga indera penglihatan dan melindungi kulit dari pengeriputan dini.

Baca Juga : Ketela Ungu Makin Disukai Konsumen di Eropa

  1. Ubi Talas

Ubi TalasUbi talas atau mbote merupakan jenis umbi-umbian yang tumbuh subur di tanah gembur dan berudara sejuk. Umbi ini mengandung tepung yang membuat kenyang ketika dikonsumsi.

Kandungan kalori yang tinggi dalam ubi talas bisa menjadikannya alternatif makanan pokok pengganti nasi. Ubi talas baik bagi kesehatan karena kaya akan kandungan vitamin A dan vitamin C.

Rutin mengkonsumsi ubi talas dalam jumlah tertentu (tidak terlalu banyak), efektif mencegah diabetes, menurunkan resiko darah tinggi, menyehatkan jantung, meningkatkan kekebalan tubuh serta memperlancar pencernaan.

Namun demikian, mengolah ubi talas sebelum dikonsumsi juga harus hati-hati. Ini karena tingginya kandungan oksalat yang dapat menyebabkan batu ginjal. Disarankan sebelum mengolah ubi talas untuk merendamnya lebih dulu semalaman untuk mengurangi kandungan oksalatnya. Selain direbus, pengolahan terbaik ubi talas adalah mengukusnya.

  1. Lobak

LobakAslinya tanaman lobak berasal dari daratan China. Mirip dengan wortel, jenis sayuran akar ini warnanya bermacam-macam. Tapi yang paling umum dijual di pasaran adalah yang berwarna putih.

Lobak putih memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Lobak putih mengandung vitamin A, B1, B2, C dan vitamin E, minyak atsiri, beta karoten, mangan, kolin dan asam folik. Juga kaya akan serat, kalsium, zat besi, fosfor serta asam oksalat.

Lobak efektif sebagai obat gangguan ginjal dan menurunkan demam. Karena merangsang produksi lendir dalam kerongkongan, lobak dapat pula digunakan sebagai obat pereda batuk.

Selain lobak putih, ada pula lobak merah (radish).

Baca Juga : 12 Sayur dan Buah yang Paling Banyak Mengandung Vitamin C

  1. Wortel

WortelTidak lengkap rasanya tanpa memasukkan wortel dalam jenis tanaman umbi-umbian yang paling menyehatkan. Wortel berkelimpahan dengan serat, vitamin A dan vitamin K, beta karoten dan antioksidan. Mengkonsumsi wortel tak hanya menurunkan kadar kolesterol pada manusia, tapi juga hewan.

Sayuran dari akar yang identik dengan gigi tongos kelinci ini pun memiliki kadar karotenoid tinggi yang dikaitkan dengan penurunan resiko berbagai kanker seperti kanker payudara, prostat, usus, paru dan perut.

Yang menakjubkan, wortel berfungsi memperbaiki daya ingat, kemampuan berpikir serta menjaga kesehatan penglihatan. Sering menyantap wortel, baik yang dimasak maupun mentah, juga memperbaiki kesehatan kulit dan mencegah penuaan dini.

Olahan lain dari wortel adalah membuatnya menjadi jus. Jus wortel terbukti bermanfaat meningkatkan metabolisme tubuh, menyembuhkan peradangan kulit, merangsang produksi kolagen sehingga dapat menjadi pelindung alami kulit dari dari sengatan sinar matahari.

  1. Bawang Merah

Bawang MerahBawang merah adalah jenis tanaman umbi-umbian yang masuk dalam golongan sayur. Fungsinya lebih banyak untuk bumbu dapur atau penyedap masakan. Bawang merah kaya akan kandungan serat, vitamin C, vitamin B6, kalsium, chromium dan biotin. Senyawa sulfurnya yang tinggi juga berfungsi sebagi antioksidan.

Mengkonsumsi bawang merah baik dalam bentuk masakan atau memakannya mentah, terbukti secara signifikan mengurangi kadar gula pada penderita diabetes. Umbi yang bisa bikin mata pedih ini juga bersifat antikanker.

Baca Juga : Jaga Kesehatan dengan Konsumsi Bawang Merah

  1. Bawang Putih

Bawang PutihSama dengan bawang merah, bawang putih juga kerap dipakai sebagai pelengkap bumbu masakan. Di luar itu, bawang putih dikenal pula dengan sifat obatnya karena adanya senyawa allicin yang dilepaskan ketika siungnya dihancurkan, dikunyah atau dicincang. Senyawa allicin ini merupakan senyawa aktif yang efektif membunuh mikroba/kuman penyebab infeksi.

Secara umum, bawang putih mengandung vitamin B-Kompleks, vitamin C, zat besi, kalsium, magnesium, fosfor, natrium, kalium dan seng. Bawang putih juga dapat mencegah kanker dan bersifat anti peradangan.

Karena sifatnya yang antiinfeksi, bawang putih dapat dimanfaatkan untuk mengeluarkan benda-benda asing dalam tubuh (tlusupen). Caranya, tumbuk dua atau tiga siung bawang putih. Kemudian bebatkan pada luka kecil yang kemasukkan benda asing tersebut. Diamkan beberapa saat, niscaya benda asing itu akan keluar dengan sendirinya.

  1. Jahe

JaheTak hanya sekedar untuk menghangatkan tubuh, jahe memiliki senyawa spesifik yang disebut gingerol. Senyawa pedas gingerol pada jahe memiliki kekuatan penyembuh. Bahkan struktur kimia gingerol mirip aspirin yang berfungsi meredakan demam dan peradangan.

Dalam banyak penelitian, jahe juga dapat menurunkan kolesterol, memperlancar peredaran darah, memperbaiki fungsi lambung, bersifat antiseptik dan menyembuhkan diare. Bagi ibu hamil, jahe efektif mengurangi mual di pagi hari.

Baca Juga : Cara Memasak Sama Pentingnya dengan Memilih Makanan Sehat

  1. Kunyit

KunyitKunyit/kunir adalah sejenis sayuran akar yang masih berkerabat dengan jahe dan kapulaga. Kunyit sering digunakan sebagai bumbu utama serta pewarna alami masakan seperti kare atau soto.

Namun kunyit pun memiliki manfaat yang tidak sedikit untuk kesehatan. Beberapa di antaranya adalah mengobati penyakit asam lambung, anti peradangan, memperlancar pencernaan, mengobati diare serta mengurangi mual dan nyeri saat haid.

Kandungan zat anti mikroba dan anti jamur yang dimiliknya membuat ekstrak kunyit bermanfaat untuk melawan bakteri penyebab penyakit gangguan pencernaan dan keracunan makanan seperti E.coli.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan