border=

FAO : Keanekaragaman Hayati Pangan Dunia Terus Berkurang

Keanekaragaman Hayati Pangan Dukung Sistem Pangan Kita
(Keanekaragaman hayati merupakan satu kesatuan yang menopang sistem pangan kita. Ketika ada yang terganggu, maka akan berpengaruh terhadap yang lain. Image : FAO)
Pomidor.id – Pertambahan jumlah penduduk dunia yang meningkat pesat ternyata berbanding terbalik dengan keanekaragaman hayati pangan yang terus berkurang. Jika kondisi ini tidak disikapi serius, ancaman besar yang berkaitan dengan persoalan pangan akan menghadang kita di masa depan. Pasalnya, keanekaragaman hayati selama ini adalah yang menopang sistem pangan kita, termasuk dalam hal kesehatan, mata pencaharian sekaligus kelestarian lingkungan.

Demikian laporan yang dipublikasikan FAO (Organisasi Pertanian dan Pangan) PBB belum lama ini. FAO mengingatkan dalam laporan tersebut, sekali hilang, keanekaragaman hayati pangan dan pertanian tidak akan dapat dipulihkan.

Keanekaragaman hayati adalah seluruh spesies yang mendukung sistem pangan dan menghidupi orang-orang yang menanam serta menyediakan makanan bagi kita.

 border=

Keanekaragaman hayati tersebut meliputi segala jenis tanaman, hewan (baik liar maupun peliharaan), serangga dan mikroorganisme yang menyokong kehidupan seluruh ekosistem. Satu sama lain memiliki kontribusi masing-masing. Karena itu, jika salah satu terganggu, maka akan berpengaruh terhadap yang lain.

Baca Juga : Pola Makan Global Musti Diubah demi Kesehatan dan Penyelamatan Bumi

Laporan FAO ini dibuat berdasarkan arahan dari Komisi Sumber Daya Genetik untuk Pangan dan Pertanian. Laporan ini juga menyebutkan data yang dikumpulkan berasal dari 91 negara dan dilengkapi dengan data global terbaru.

Selain itu, ada 27 LSM Internasional dan 175 peneliti yang terlibat dalam laporan tersebut.

“Keanekaragaman hayati sangat penting untuk menjaga kelangsungan pangan dunia, menyediakan pangan yang sehat dan bergizi, sumber mata pencaharian di daerah pedesaan serta meningkatkan ketahanan masyarakat,” ujar Direktur Jenderal FAO, José Graziano da Silva.

“Kita harus menggunakan keanekaragaman hayati ini secara berkelanjutan. Sehingga kita dapat merespon dengan lebih baik tantangan meluasnya efek perubahan iklim namun juga menghasilkan makanan dengan cara yang tidak merusak lingkungan,” lanjutnya.

Baca Juga : Pertanian Konservasi Bantu Petani Kecil Atasi Perubahan Iklim

Laporan FAO tersebut secara khusus menyoroti pada berkurangnya keanekaragaman tanaman pertanian, meningkatnya jumlah ternak yang beresiko punah, serta penangkapan ikan yang berlebihan di seluruh dunia.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan