border=

Menteri LHK Apresiasi Kebijakan Pemda Terkait Masalah Sampah

Menteri Siti Menjelaskan Perhatian Pemerintah Terkait Masalah Sampah
(Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, saat berkunjung ke Universitas Brawijaya, Malang, Jumat (22/2). Image : Pomidor)
Pomidor.id – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, menyebutkan saat ini pemerintah sangat serius menangani permasalahan sampah. Hal tersebut dibuktikan dengan terus bersinergi bersama pemerintah daerah untuk mengetahui dinamika di tengah masyarakat terkait masalah sampah.

“Jadi kita dengan pemerintah daerah sudah melakukan rapat dan terus bersinergi. Sehingga kita tahu persis bahwa dinamika masyarakat terkait masalah sampah sudah sangat bagus, apalagi di Malang. Bank sampah Malang juga selalu jadi contoh,” ujarnya di Gedung Rektorat Universitas Brawijaya (Unibraw), Malang, Jumat (22/2).

Baca Juga : Penanganan Sampah Kota Malang Diapresiasi Pemerintah Pusat

 border=

Menteri Siti berkunjung ke Unibraw untuk memberikan kuliah tamu pasca sarjana dengan tema “Penguatan Indikator-indikator Kemajuan dan Kesejahteraan Bangsa Berbasis Lingkungan”.

Menteri Siti mengatakan beberapa pemerintah daerah telah menerapkan kebijakan-kebijakan yang positif untuk mengurangi sampah, khususnya sampah plastik. Di antaranya dengan mengeluarkan regulasi untuk mengurangi pemakaian kantong belanja plastik sekali pakai.

“Jadi harapan saya kepada kepala daerah adalah mengidentifikasi permasalahan apa saja yang menjadi kendala terkait persampahan. Seperti tempat pembuangan akhir sampah yang saya tahu kontruksinya harganya memang mahal dan tidak mudah. Tapi Pak Menteri Pekerjaan Umum sudah membuka diri untuk daerah melaporkan permasalahannya,” bebernya.

Baca Juga : Pemanfaatan Sampah Potensial Dikembangkan Menjadi Sumber Energi

Sementara itu dalam penyampaian materi kuliah tamunya, Menteri Siti, menyampaikan Presiden Jokowi sudah sejak lama meminta agar sampah bisa dijadikan tenaga listrik. Hanya saja untuk realisasinya, saat ini masih terkendala biaya yang cukup tinggi.

“Oleh karena itu kemarin kita sudah rapat kerja dengan beberapa menteri dan kelihatannya sudah ketemu jalan keluarnya. Yakni dengan cara memberikan subsidi bagaimana memperoleh sampah dari rumah tangga kepada satu pengepul untuk menjadi sumberdaya bagi tenaga listrik,” jelasnya.

“Jadi kalau ini sudah ada jalan keluar, maka sebetulnya sampah bisa dijadikan (tenaga) listrik,” tandas Menteri Siti. (ANC)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan