Menteri LHK Dukung Penetapan Status Siaga Kebakaran di Riau

Menteri LHK Dukung Status Siaga Kebakaran oleh Pemprov Riau
(Pemadaman kebakaran hutan di Riau beberapa waktu lalu. Image : Dok KLHK)
Pomidor.id – Penetapan status siaga kebakaran hutan dan lahan hingga sembilan bulan ke depan oleh Pemerintah Provinsi Riau disambut baik Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar. Menurutnya, penetapan siaga darurat di Riau berarti Pemerintah Daerah tengah meningkatkan kewaspadaan.

“Hal itu bukanlah sesuatu yang buruk, tapi justru tindakan yang bagus. Artinya, mereka telah meningkatkan kewaspadaan,” ucapnya usai memberikan kuliah tamu pasca sarjana di Universitas Brawijaya, Jumat (22/2).

Sebenarnya konsekuensi dari menetapkan kondisi siaga darurat di suatu provinsi adalah meminta pemerintah pusat ikut memperhatikan dan ikut memberikan fasilitas. Namun ia mendukung Pemprov Riau yang menetapkan status siaga kebakaran hingga Oktober.

Muat Lebih

 border=

Baca Juga : PBB Sebut 2018 Sebagai Salah Satu Tahun Terpanas

Menteri Siti menambahkan, pihaknya telah mempelajari sejak lama pola hot spot di wilayah Riau yang dua kali lipat dibandingkan dengan wilayah lain seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jambi. Di daerah-daerah tersebut panas kencang biasanya terjadi bulan Juli, Agustus, September mungkin puncaknya, dan juga Oktober masih ada. Baru berangsur-angur turun di bulan November.

“Sedangkan kalau Riau tidak, Riau berbeda. Riau itu sejak minggu ketiga bulan Februari aja sudah kenceng, panasnya tinggi. Nanti baru mungkin di Mei akhir turun sedikit. baru nanti kenceng lagi bulan Juli dan seterusnya,” ungkapnya.

Ada sejumlah penyebab terjadinya kebarakaran hutan, khususnya di Riau. Bisa karena pembakaran yang disengaja, bisa pula karena faktor alam.

“Jadi karena panas, kering, dan di situ merupakan lahan gambut yang diatas gambutnya juga banyak meterial kering sehingga sangat mudah terbakar,” terang Menteri Siti.

Menteri Siti di Unibraw
(Menteri LHK, Siti Nurbaya, usai memberikan kuliah tamu di Unibraw, Jumat, (22/2). Ia mendukung langkah Pemprov Riau yang menetapkan status siaga kebakaran hingga Oktober mendatang. Image : Pomidor).

Baca Juga : ASEAN Harus Kerja Sama dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim

Diakuinya, kebakaran hutan memang ada. Tapi yang paling penting adalah ketika ada kebakaran harus ada gerak cepat memadamkannya. Selain itu, kewaspadaan juga harus tetap dijaga.

“Patroli terpadu terus berjalan. Makanya mungkin hari ini atau besok sudah ada tiga helikopter. Tapi yang pasti satu helikopter sudah ada sekarang untuk membantu memadamkan,” sebutnya.

Menteri Susi menegaskan pihaknya terus mengikuti perkembangan titik-titik hot spot terjadinya kebakaran. Salah satunya dengan melalui android. (ANC)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan