Peringati HPSN, Siswa SMP Kota Malang Ikuti Jambore Ngalam Resik

Peserta Jambore Ngalam Resik 2019
(Peserta Jambore Ngalam Resik 2019 mengikuti pelatihan pemanfaatan limbah kertas di Bumi Perkemahan Pusdiklatcab, Madyopuro, Sabtu (23/2). Image : Pomidor)
Pomidor.id – Turut memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), ratusan siswa siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) kota Malang mengikuti kegiatan ‘Jambore Ngalam Resik 2019’.  Jambore tersebut digagas Fasilitator 3R (F3R) kota Malang dan digelar di Bumi Perkemahan Pusdiklatcab Madyopuro.

Ketua panitia Jambore Ngalam Resik, Nurmawati, menyebutkan, kepedulian generasi muda khususnya para pelajar terhadap lingkungan sekitar, masih terbilang sangat memprihatinkan. Hal ini dapat dilihat pada perilaku sehari-hari di sekolah maupun di rumah.

“Masih banyak pelajar yang membuang sampah tidak pada tempatnya dan belum memahami pentingnya pemilahan sampah melalui reuse, reduce dan recycle,” ujarnya, Sabtu (23/2).

Nurmawati mengatakan, keprihatinan akan hal tersebut sudah lama dirasakan. Sejak dibentuknya hingga saat ini, ia dan rekan-rekannya terus berupaya melakukan berbagai aktivitas yang bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penanganan sampah secara benar.

Untuk itu, lanjut Nurmawati, melalui kegiatan Jambore ini diharapkan bisa menanamkan kesadaran dan cinta lingkungan kepada pelajar sejak dini. Jambore itu sendiri diikuti 260 siswa dari 19 SMP se-Kota Malang.

 

 

 

Memanfaatkan Botol Plastik Bekas
(Memanfaatkan botol plastik bekas sehingga menjadi barang yang bisa dipakai kembali. Image : Pomidor)

 

Membuat Teranium
(Membuat terarium (wadah tanaman dari plastik/kaca) dari bahan limbah sampah. Image : Pomidor)

Baca Juga : Peduli Lingkungan? Biarkan Anak Anda Bermain di Luar

Dengan mengikuti jambore, diharapkan dapat memotivasi para pelajar agar lebih mencintai lingkungan. Selain itu, juga menanamkan pemahaman akan pentingnya mengelola sampah secara benar melalui 3R.

“Jadi anak-anak dipersiapkan untuk selalu bisa mengelola sampah dengan bijak dan mampu menerapkan  nilai-nilai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” terangnya.

Lebih lanjut ketua F3R kota Malang, Eri Sumarni, mengatakan pihaknya akan terus berusaha menanamkan kepedulian terhadap sampah dan lingkungan kepada berbagai lapisan masyarakat. Khususnya generasi muda mulai dari siswa SD, SMP, maupun SMA

“Jangan segan-segan untuk mendaur ulang sampah sekaligus mengenakan hasil daur ulang dalam kegiatan sehari-hari. Seperti yang selama ini kita lakukan, yakni memakai tas hasil daur ulang sampah plastik,” himbaunya.

Ketua Panitia Jambore Ngalam Resik 2019
(Ketua panitia Jambore Ngalam Resik 2019, Nurmawati dan ketua F3R Kota Malang, Eri Sumarni. Image : Pomidor)

Baca Juga : Rumput Laut dan Singkong Alternatif Pengganti Plastik

Sementara itu dalam kegiatan Jambore yang berlangsung hingga hari Minggu (24/2), para siswa diberikan berbagai pelatihan. Pelatihan tersebut mulai dari pemanfaatan limbah kertas dan botol plastik, pembuatan terarium,  pemahaman PHBS dan pertunjukkan kreasi busana berbahan daur ulang. (ANC)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan