Warga Tolak Tempat Tinggalnya Diberi Nama Jalan

Warga Tolak Tempat Tinggalnya Diberi Nama Jalan
(“No Name Street” pun masih berbunyi nama. Lha kalau ada jalan yang sama sekali ga ada plang petunjuk namanya? Bisa puyeng tuh muter-muter cari alamat warganya. Image : Fact 5)
Pomidor.id – Pernah mengalami kesulitan mencari alamat? Kalau ya, biasanya karena faktor alamatnya tak jelas. Lalu bagaimana seandainya harus mencari alamat yang tak punya nama jalan? Bisa pening tujuh keliling, kan?

Barangkali itulah yang dikhawatirkan oleh Dewan Kota sebuah kota kecil di barat laut Jerman. Maka hari Minggu kemarin (3/2), otoritas yang berwenang di Hilgermissen menggelar referendum di sebuah pemukiman di wilayahnya. Pilihannya ada dua. Membiarkan jalan di pemukiman itu tetap tanpa nama atau memberinya nama jalan.

Inisiatif referendum pemberian nama jalan ini dimaksudkan untuk memudahkan warga lain, termasuk polisi, ambulans atau pun pengantar makanan mencari alamat di pemukiman berpenduduk 2.200 jiwa tersebut.

Baca Juga : Desa di Swiss Tawarkan £ 53.000 untuk Tinggal di Sana

Namun hasil referendum sungguh mengejutkan. Hanya 40 persen warga yang setuju daerah tempat tinggalnya diberi nama jalan. Sisanya, menolak tegas. Mereka merasa sudah nyaman dengan kondisi yang ada. Jadi tak perlu lagi diutak atik.

Hilgermissen adalah sebuah kota kecil yang terbentuk dari gabungan beberapa desa sekitar di tahun 1970. Alamat masing-masing warga saat ini merupakan tinggalan nomor rumah dan nama desa sebelumnya.

Seiring berjalannya waktu, keadaan mulai rumit akibat bermunculannya rumah-rumah baru. Pemberian nomor rumah-rumah baru tersebut tentunya akan sulit diketahui pihak luar jika tak disertai dengan nama jalan.

Baca Juga : Desa Ini Larang Warganya Memelihara Kucing

Dilansir Associated Press, ada tiga warga yang menjadi biang kerok menentang referendum penamaan jalan di pemukimannya. Meski demikian, hasil referendum hanya berlaku selama dua tahun. Setelah itu? Ya referendum lagi. Siapa tahu sebagian warga yang menolak berubah pikiran.

Daripada bingung-bingung, mustinya penduduk sono mengadopsi cara sederhana orang Indonesia menamakan kampungnya yang nyelip di gang-gang sempit. Gang Buntu. Beres, dah.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan