Australia Tambah Kuota Pekerja Musiman Indonesia Paska IA-CEPA

Pekerja Musiman Indonesia di Sektor Pertanian Australia
(Bekerja di sektor pertanian menjadi salah satu pilihan menarik bagi peserta WHV asal Indonesia. Image : ABC News)
Pomidor.id – Meski mengundang kritikan dari dalam negeri, banyak sisi yang juga menguntungkan Indonesia dalam Kesepakatan Dagangnya dengan Australia (IA-CEPA). Salah satunya adalah penambahan kuota visa bekerja sambil berlibur di Australia atau pekerja musiman bagi kalangan pemuda/pelajar Indonesia yang memenuhi syarat.  

Paska penandatangan IA-CEPA, Pemerintah Australia menyatakan akan ada peningkatan kuota Working Holiday Visa (WHV). Di tahun pertama, jumlah kuota pekerja musiman yang diberikan 4.100 orang dari sebelumnya 1.000 orang. 6 tahun setelah berlakunya perjanjian, kuota akan mencapai 5.000 orang.

Kebijakan WHV ini tentu saja disambut gembira. Pasalnya penambahan kuota ini akan semakin membuka kesempatan luas bagi para pemuda Indonesia.

“Saya senang mendengarnya. Persyaratan juga sudah baik karena Pemerintah Australia tahu kapasitas kita,” ujar Rendy Anugerah kepada ABC News. Saat ini pemuda asal Makassar itu bekerja di pabrik pengolahan daging di Tamworth, New South Wales.

Sayangnya, persyaratan untuk bekerja di negeri kangguru itu juga tidak mudah, khususnya yang menyangkut biaya. Untuk dapat mengikuti WHV, pemohon musti menunjukkan memiliki bukti tabungan sedikitnya AUD 5.000 atau lebih dari Rp 50 juta.

Menurut Rendy, jumlah itu bakal menjadi kendala. Ini karena sebagian besar pemohon WHV adalah dari kalangan pelajar, baru lulus kuliah atau baru bekerja selama beberapa tahun.

Baca Juga : Petani Australia Sambut Perdagangan Bebas dengan Indonesia

Menanggapi hal itu, Ross Taylor, Presiden Indonesia Institute di Perth, Australia Barat, mencoba melihatnya dari sisi positif.

“Memenuhi kriteria (persyaratan WHV) akan menjadi tantangan tersendiri,” kicaunya dalam akun twitternya.

Kebanyakan peserta yang mengikuti program bekerja musiman ini adalah untuk mencari uang dengan bekerja di sektor pertanian atau perkebunan. Namun yang paling disukai adalah di sektor pelayanan/jasa.

Hasilnya pun lumayan. Ada yang mengaku bisa menabung lebih dari Rp 20 juta/bulan setelah mengikuti program WHV dengan bekerja di pabrik pengolahan daging di Australia.

Baca Juga : Sektor Pertanian di Jepang Membuka Pintu bagi Pekerja Asing

Selain menambah kuota pekerja musiman, Australia akan membuka kesempatan bagi 200 tenaga kerja Indonesia untuk mengikuti pelatihan kerja selama enam bulan di sektor-sektor industri utama. Sedang bagi pekerja profesional dari kedua negara, mereka difasilitasi untuk mendapatkan pengalaman kerja dengan melakukan pertukaran keterampilan di masing-masing negara.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan