Cegah PMK, Kementan Perketat Pengawasan Daging Beku Asal India

Cegah PMK, Pemerintah Perketat Pengawasan Daging Beku Asal India
(Daging kerbau beku tanpa tulang asal India. Image : Exporters India)
Pomidor.id – Kementerian Pertanian akan memperketat pengawasan masuknya daging beku asal India ke Indonesia. Hal itu dilakukan setelah marak pemberitaan di beberapa media daring terkait kejadian kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di sejumlah negara bagian di India.

Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita. Ia mengatakan telah meminta klarifikasi Kedutaan Besar India di Jakarta terkait kejelasan kasus PMK yang diberitakan. Ia juga meminta penjelasan langkah-langkah yang diambil otoritas yang berwenang terkait kesehatan hewan di India dalam menangani kejadian tersebut.

Dalam pertemuan dengan Komisi Ahli Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menyampaikan Pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang mengacu pada peraturan perundangan-undangan yang berlaku, serta selalu meminta masukan teknis dari komisi ahli.

“Saat ini, Komisi ahli telah memberikan masukan bahwa kemungkinan dan risiko adanya virus PMK terbawa ke Indonesia sangat kecil. Hal ini karena Indonesia telah memberikan persyaratan yang ketat sesuai dengan pedoman Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) dan peraturan yang berlaku di Indonesia,” ujarnya, Selasa (19/3).

Meski resiko sangat kecil, pemerintah akan tetap memegang prinsip kehati-hatian untuk menentukan tindakan pengendalian dalam menjamin keamanan produk daging yang akan masuk ke Indonesia. Dalam waktu dekat, Indonesia akan mengirimkan tim audit ke India untuk melakukan verifikasi program pengendalian PMK yang dilakukan oleh otoritas di India.

Baca Juga : Penerapan Cold Chain System Agar Daging Aman Dikonsumsi & Berkualitas

Pemerintah juga melakukan pemantauan terhadap semua rumah potong hewan (RPH) yang telah disetujui Indonesia untuk memasukan daging kerbau beku tanpa tulang ke dalam negeri.

Sesuai peraturan di Indonesia, daging yang akan diekspor ke Indonesia harus berasal dari ternak yang ditampung atau dikarantina selama 30 hari. Juga tidak ada kasus penyakit mulut dan kuku dalam radius 10 km selama periode penampungan atau karantina.

“Hal ini merupakan upaya penjaminan Pemerintah terhadap keamanan dari produk daging yang kita masukan dari India,” kata Ketut.

Lebih lanjut, Ketut menegaskan untuk memastikan Indonesia tetap sebagai negara yang bebas PMK, Direktorat Jenderal PKH melalui Pusvetma dan Balai Veteriner seluruh Indonesia melakukan pemantauan PMK pada hewan. Sebanyak 3625 sampel dari hewan sepanjang tahun 2018 telah diperiksa untuk memastikan Indonesia tetap bebas dari penyakit mulut dan kuku.

Baca Juga : Sistem Informasi Kesehatan Hewan Indonesia Terbaik Se-Asia

Sementara itu, Denny W. Lukman, anggota Komisi Ahli memastikan bahwa pemerintah telah menerapkan prinsip-prinsip pengurangan risiko melalui penerapan persyaratan teknis pemasukan, sehingga kemungkinan virus PMK masuk ke Indonesia yang berasal dari daging India sangat kecil.

“Semua kerbau harus diperiksa sebelum dan setelah dipotong, tulang dan kelenjar getah bening utama harus dipisahkan dari dagingnya (deboned dan deglanded). Kemudian daging dilayukan pada suhu lebih dari 20 derajat selama minimal 24 jam dan pH daging harus di bawah 6.0. Jadi kemungkinan virus PMK dapat bertahan hidup sangat kecil,” jelasnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan