Desa Jatisari di Pakisaji Potensial Jadi Sentra Peternakan Sapi

Desa Jatisari Berpotensi Jadi Sentra Peternakan Sapi
(Selain Kepala Desa, Muhammad Sueb juga berprofesi sebagai peternak. Saat ini ia memiliki 60 ekor sapi yang dipeliharanya sendiri. Image : Pomidor)
Pomidor.id – Desa Jatisari merupakan salah satu desa di kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang yang memiliki potensi menjadi sentra peternakan sapi yang cukup menjanjikan untuk dikembangkan. Tercatat terdapat kurang lebih 100 peternak di desa tersebut, meskipun sebagian besar masih menjadikannya sebagai usaha sampingan.

Kepala Desa Jatisari, Mohammad Sueb, menyebutkan, potensi desanya menjadi salah satu sentra peternakan sapi sangat bagus. Ini karena letak geografisnya yang berada di dekat wilayah pegunungan, persawahan dan perkebunan. Kondisi geografis yang tentunya menguntungkan bagi peternak sapi, terutama dalam penyediaan pakan alami.

“Misalnya mereka yang bertani dan berkebun, limbah pertanian dan perkebunan juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Sehingga tidak terbuang dan malah menghasilkan sesuatu yang bermanfaat,” kata Sueb.

Ia mencontohkan, pada musim panen tebu limbahnya bisa diberikan untuk pakan. Begitu juga musim padi, jeraminya bisa dimanfaatkan dan bonggol jagung juga bisa digunakan sebagai pakan ternak.

Baca Juga : Pemerintah Alokasikan KUR Khusus untuk Peternak Sapi Potong dan Perah

Disampaikan Sueb, hingga saat ini jumlah peternak sapi di desanya mencapai kurang lebih 100 orang. Akan tetapi dari jumlah tersebut, sebagian besar berternak sapi hanya dijadikan sebagai pekerjaan sampingan.

“Satu orang biasanya memiliki 1-4 ekor sapi tergantung kemampuan mereka. Tapi walau pun sebagai usaha sampingan tentunya juga sangat menghasilkan. Karena harga sapi sendiri cukup mahal, mulai 10-40 juta per ekor,” sebutnya.

Sapi-sapi yang mereka pelihara, lanjutnya, bisa dijadikan sebagai tabungan mereka.

Menurutnya, karena yang dirawat adalah makhluk hidup, pastinya ada kemungkinan sakit dan mati. Namun selama peternak bisa merawatnya dengan baik, misalnya memberikan pakan yang cukup, kandang yang bersih, kesehatan hewan ternak selalu dijaga, maka resiko sakit atau mati bisa diminimalisir.

Baca Juga : Usaha Peternakan Rakyat dan Ternak Lokal Kunci Swasembada Daging Sapi

Diakui Sueb, selain sebagai kepala desa, ia juga adalah peternak sekaligus sebagai pedagang sapi. Tak jarang ia turut membantu warga Desa Jatisari menjualkan sapi mereka.

“Jadi saya bisa membantu para peternak disini untuk menjualkan sapinya. Hanya saja saya tidak mengikat, dalam hal ini tidak harus saya yang menjualkan sapi mereka. Peternak bebas mau menjual sapinya ke siapa saja,” akunya.

Sapi2 di Kandang Sueb di Desa Jatisari
(Dengan letak geografisnya yang menguntungkan, Desa Jatisari, di Kecamatan Pakisaji, memiliki potensi yang sangat besar menjadi salah satu sentra peternakan sapi, khususnya di Kabupaten Malang. Image : Pomidor)

Sueb mengaku dirinya tidak ingin mencari untung dari peternak, tapi hanya ingin membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Karena kalau mereka mau beternak, itu bisa menjadi tabungan dan penghasilan tambahan bagi warga sendiri.

“Kebanyakan di desa ini merupakan peternak sapi potong. Sedangkan untuk peternak sapi perah baru mulai kita rintis,” ujarnya.

Baca Juga : Peternak Lokal Khawatirkan Membanjirnya Daging Impor Asal Australia

Sueb menceritakan, sejak kecil dirinya sudah diajarkan beternak sapi oleh orang tuanya yang pada saat itu juga merupakan peternak sapi. Hingga pada akhirnya ia berhasil mengembangkan peternakan sapi orang tuanya sampai saat ini.

“Sekarang ada sekitar 60 ekor sapi yang dipelihara sendiri di rumah. Tapi ada juga sapi yang saya titipkan ke petani untuk dirawat dengan sistem bagi hasil 50-50,” ungkapnya.

Dari seluruh sapi yang ia miliki, ia menuturkan, jenisnya bermacam-macam. Ada sapi limosin, simental, brangus dengan harga yang bervariasi. Berkisar 10 juta rupiah untuk anakan, sampai dengan 50 juta untuk sapi dewasa yang ukurannya besar. (ANC)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan