border=

Edible Flowers Lagi Marak Di Jepang

Edible Flowers di Jepang
(“Rasanya kok sepet-sepet gimana gitu… Tapi enak juga, sih.” Image : Nippon Television)

Pomidor.id – Edible flowers atau bunga yang bisa dimakan saat ini tengah digandrungi di Jepang. Bunga-bunga tersebut kini menjadi makanan yang wajib ada dalam daftar menu di resepsi pernikahan.

Dalam sebuah reportase, seorang jurnalis Nippon Television, melaporkan tren maraknya warga negeri matahari terbit itu ramai-ramai mengkonsumsi edible flowers, bahkan di acara-acara resmi. Ia melaporkan fenomena tersebut ketika berkunjung ke sebuah resepsi pernikahan.

 border=

Tampak dalam tayangan singkat, seporsi makanan bunga terhidang sebagai salah satu menu di resepsi kawinan tersebut.

Di Jepang, edible flowers dibudidayakan khusus di sebuah greenhouse di Prefektur Akita. Pembudidayanya adalah seorang petani hias yang sudah 46 tahun menggeluti usahanya.

Baca Juga : Pisang Mongee, Pisang yang Bisa Dimakan Bersama Kulitnya

Karena bisnis tanaman hias menurun, ia kemudian beralih menanam bunga yang bisa dimakan sejak tiga tahun lalu. Menurut Uritsu Nara, bisnisnya ini menyasar konsumen dari berbagai usia. Tak hanya yang tua-tua saja.

“Merangkai bunga populer di kalangan wanita berusia 50-60-an. Tetapi bunga yang dapat dimakan menarik minat semua orang. Mulai yang usianya 20-an hingga 60-an,” ujar Nara.

Ia membudidayakan sembilan varietas bunga yang dapat disantap dan menjualnya ke seluruh Jepang. Violas adalah yang paling dicari pembeli.

Meski masih kental aroma wangi khas bunga, namun ketika dimakan rasanya mirip sayuran. Sehingga cocok dijadikan campuran salad.

Baca Juga : Kenya Nikmati Booming Ekspor Bunga

Bunga-bunga yang dapat dimakan kini sudah tersedia di berbagai supermarket dan toko di Jepang. Salah seorang pemilik toko mengatakan penjualannya meningkat selama beberapa tahun terakhir.

Selain unik, edible flowers ini ternyata mengandung banyak vitamin dan mineral yang baik bagi kesehatan. Bagi generasi milenial, ada satu lagi kelebihannya. Instagramable!

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan