border=

Emil Dardak Ingatkan Pentingnya Inovasi dalam Mengolah Produk Pertanian

Perlu Inovasi dalam Mengolah Produk pertanian
(Panen bawang merah. Perlu banyak inovasi dalam pengolahan hasil pertanian. Image : ist)
Pomidor.id – Cabai dan bawang merupakan produk pertanian yang sangat sensitif terhadap cuaca. Oleh karenanya dibutuhkan inovasi khusus agar tetap dapat tersedia di berbagai musim. Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat mengunjungi Malang, Rabu (6/3).

“Kalau sudah masuk musim hujan, cabai pasti produksinya akan menurun, karena tanamannya mudah busuk. Begitu juga dengan bawang merah,” ujar Wagub Emil Dardak.

Tapi sekarang menurutnya sudah ada inovasi-inovasi yang muncul, seperti yang dilakukan salah satu pabrik yang saat ini memproduksi besar-besaran produk sambal instan. Jadi pada saat cabai melimpah, mereka beli untuk kemudian diolah menjadi sambal.

Sehingga pada saat cabai langka karena faktor kondisi alam, maka masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga, mempunyai pilihan. Beli cabai segar atau cukup beli sambal instan karena harganya lebih murah. Apalagi tak perlu repot-repot menyambalnya sendiri.

Baca Juga : Permen Cabai, Obat Kantuk Sekaligus Teman Begadang

“Cara kita menampung produk yang mudah rusak adalah dengan mengolahnya menjadi produk yang punya umur panjang. Bisa juga diolah menjadi cabai kering,” ucapnya.

Wagub Jatim
(Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak)

Di sisi lain, lanjut Emil, juga harus dipertimbangkan ketika cuaca bagus dan panenan melimpah. Biasanya hal ini dikeluhkan petani karena berdampak pada anjloknya harga.

“Untuk itu kita harus melakukan manajemen permintaan. Bagaimana mengelola agar semua sadar bahwa masyarakat punya opsi yang lebih baik ketika barang langka. Sebaliknya, kalau barang lagi melimpah, harus kita ajak masyarakat agar mau mengkonsumsi lebih banyak produk yang panennya melimpah,” terangnya.

Hal yang sama juga terjadi pada produk bawang. Saat cuaca buruk, hampir pasti stok bawang merah berkurang sehingga harganya melejit. Namun ketika cuaca bagus dan panenan meluber, harga justru turun drastis karena over produksi. Petani adalah pihak yang paling dirugikan ketika harga jatuh.

Baca Juga : Olahan Minyak Bawang Merah Bernilai Ekonomi Tinggi

Emil menilai salah satu penyebab terjadinya oversupply komoditas tertentu karena minimnya komunikasi antar petani

“Jadi misalnya di Nganjuk lagi banyak yang menanam bawang merah, di Ngawi dan Probolinggo juga ikut menanam. Pasti akan terjadi over supply,” sebutnya.

Mantan Bupati Trenggalek ini mengajak berbagai pihak untuk mencari terobosan dan inovasi dalam mengolah produk pertanian. Selain agar tahan lama, juga untuk menghindari fluktuasi harga yang terlalu ekstrem. (ANC)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan