border=

India Siap Kenakan Tarif Balasan Pada AS Per Tanggal 1 April 2019

India Siap Kenakan Tarif Balasan Pada AS
(Perdana Menteri India, Narendra Modi, dan Presiden AS, Donald Trump. Image : AP)

Pomidor.id – Per tanggal 19 April mendatang, India kemungkinan besar akan mengenakan tarif balasan yang lebih tinggi terhadap 29 produk barang yang diimpor dari Amerika Serikat. Situasi ini dapat membahayakan paket substantif yang tengah dikerjakan New Delhi dan Washington untuk menyelesaikan perselisihan perdagangan antara kedua negara.

Juni tahun lalu, India memutuskan bakal mengenakan tarif yang lebih tinggi pada beberapa produk pertanian Amerika Serikat, seperti apel dan kacang almond. Kebijakan tersebut merupakan aksi balasan atas tindakan Pemerintahan Donald Trump yang berencana menaikkan bea masuk produk baja dan alumunium dari India.

Namun New Delhi menunda implementasinya karena masih ada pembicaraan lanjutan antara kedua belah pihak, terutama yang menyangkut paket perdagangan.

Baca Juga : Senggol Bacok Ala Trump Soal Tarif Impor Bea Masuk Dibalas Uni Eropa

“Kami akan menunggu batas waktu 1 April nanti. Dan kemudian segera memberlakukan tarif yang lebih tinggi,” demikian pernyataan otoritas yang berwenang di India, dikutip dari Times Now.

Ancaman memberlakukan tarif balasan itu muncul setelah Maret 2018, Gedung Putih mengumumkan bakal menaikkan bea masuk untuk impor produk-produk baja dan alumunium. Hingga saat ini, pengumuman AS itu belum diikuti dengan tindakan nyata.

Apabila ancaman India itu benar-benar direalisasikan, industri pertanian AS akan kembali terpukul. Pasalnya, dengan bea masuk yang baru, impor pada walnuts (kenari) akan naik hingga 120 persen. Sementara produk kacang-kacangan akan dikenakan bea masuk lebih tinggi, yakni menjadi 40 persen dari sebelumnya 30 persen.

Baca Juga : Kebijakan Tarif Trump Bikin Susah Sektor Pertanian AS

Selain dengan India, Paman Sam juga terlibat sengketa dagang dengan China, NAFTA (Meksiko dan Kanada) serta beberapa negara Uni Eropa. Yang termasuk paling dirugikan dari perang tarif yang disulut Pemerintahan Trump adalah sektor pertaniannya. Hal ini karena AS merupakan negara produsen pertanian terbesar di dunia.

Dengan naiknya bea masuk ke negara-negara tujuan ekspor, produk-produk pertanian AS akan menjadi kurang kompetitif mengingat harganya yang semakin mahal.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan