border=

Kementan Dorong Tumbuhnya Peternakan Organik

Kementan Dorong Tumbuhnya Peternakan Organik
(Peluang pasar masih sangat terbuka lebar untuk produk peternakan organik. Image : Tops Images)
Pomidor.id – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya mendorong tumbuhnya peternakan organik. Hal ini disampaikan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Fini Murfiani (12/3).

Fini mengungkapkan konsumsi komoditas organik sekarang mulai menjadi tren gaya hidup, karena meningkatnya kesadaran masyarakat atas kesehatan.

Hal ini diperkuat dari data survei 2017 FiBL (Forschungsinstitut fur Biologischen landbau/Lembaga Riset Pertanian Organik) dan IFOAM-Organics International (The International Federation of Organic Agriculture Movements/Organisasi Organik Internasional) menyebutkan pemasaran pangan organik secara global tahun 2015 diestimasikan telah mencapai sekitar 75 juta Euro.

 border=

Di seluruh dunia ada sekitar 179 Negara yang berkecimpung dalam kegiatan organik. 3 negara produsen organik tertinggi adalah adalah India (585.000 unit), Ethiopia (203.602 unit) dan Mexico (200.039 unit), Sedangkan konsumen organik terbesar adalah Amerika Serikat (35,8 juta Euro), Jerman (8,6 Euro) dan Perancis (5,5 Eruro).

Lebih lanjut Fini menyampaikan, peluang pasar komoditas organik di dunia masih sangat luas. Indonesia harus berupaya secara maksimal untuk dapat menciptakan produk pertanian khususnya peternakan organik.

Baca Juga : Ini Lho, Negara-negara Konsumen Produk Organik Terbesar di Dunia

Pemerintah sendiri sudah mengeluarkan Permentan no.64/2013 tentang Sistem Pertanian Organik. Permentan tersebut bertujuan untuk mendukung tumbuhnya dunia usaha yang mampu menghasilkan produk organik yang memiliki jaminan atas integritas sehingga meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Tahun 2019 ini Ditjen PKH memprogramkan beberapa pilot project untuk meningkatkan produksi komoditas organik subsektor peternakan yang tersebar di 6 propinsi. Yakni, Pilot Project Sertifikasi Pupuk Organik di Jawa Barat (Kab. Subang dan Kab. Bandung), Bali (Tabanan), Kalimantan Timur (Balikpapan) dan Riau (Kab. Indragiri Hulu). Pilot Project Sertifikasi Susu Kambing Organik di Jawa Timur (Kab. Trenggalek). Pilot Project Sertifikasi Daging Ayam Organik di Lampung (Kota Metro).

“Kegiatan pilot project ini dimaksudkan untuk membangkitkan kelembagaan kelompok peternak untuk bisa mengelola usaha peternakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas produksinya dalam menghasilkan produk organik” ungkap Fini.

Baca Juga : Bambang Krista, Sukses Berternak Ayam Kampung

Keberadaan produk organik lebih sering dijumpai di retail modern tertentu yang berkelas. Hal ini disebabkan dari proses produksinya cara budidaya organik dilakukan secara khusus, bebas bahan kimia, obat-obatan dan hormon sehingga produk tersebut bebas dari zat yang membahayakan kesehatan. Produk organik menjadi produk premium yang memiliki harga lebih tinggi daripada komoditas biasa.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan