Lahan Pertanian di Kota Malang Tinggal 5,6 Persen

Lahan Pertanian di Kota Malang Tinggal 5,6 Persen
(Sawah dikepung perumahan di Grajakan, Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Masifnya alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman atau tempat usaha, membuat lahan pertanian di Kota Malang terus menyusut hingga tinggal 5,6% dari total luas wilayahnya. Image : Dok Pomidor)

Pomidor.id – Lahan pertanian di Kota Malang terus menyusut setap tahunnya. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) Kota Malang, luasan lahan pertanian di kota pendidikan, saat ini hanya tersisa sekitar 5,6 persen saja dati total luas wilayah 14.530 hektar.

“Luas lahan persawahan yang aktif yang ditanami padi di Kota Malang saat ini 821 hektare,” ujar Kepala Disperta-KP Kota Malang, Sri Winarni, Jumat (22/3), dilansir RRI.

Meski demikian, ia mengakui jika Kota Malang memang bukan daerah pertanian. Sebab lahan pertanian yang dimiliki hanya sekitar 1.104 hektare. Lahan itu tidak hanya ditanami padi saja, melainkan juga ditanami sayur mayur dan komoditas pertanian lainnya.

Baca Juga : Persoalan Alih Fungsi Lahan Pertanian Harus Disikapi dengan Bijak

“Lahan sawah di Kota Malang dapat memproduksi padi sebanyak 6-7 ton per hektare. Semantara untuk koefisien tanam di Kota Malang ada pada kisaran 2,3 per tahun atau 7 kali masa tanam-panen dalam 3 tahun,” ungkap Winarni.

Jumlah produksi padi itu, sambungnya. memang masih belum dapat memenuhi kebutuhan pangan penduduk Kota Malang. Selama ini, kebutuhan pangan penduduk Kota Malang paling banyak dipenuhi dari daerah-daerah sekitar.

“Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Kota Malang, hasil produksi padi hanya sedikit sekali menyumbang untuk kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga : Ketersediaan Pupuk dan Pestisida Jaga Ketahanan Pangan di Kota Malang

Melihat kondisi itu, Disperta-KP lebih banyak menekankan konsep urban farming untuk membantu aspek ketahanan pangan. Sehingga warga tidak terlalu bergantung pada pasokan bahan pangan dari luar daerah.

“Luas tanah di Kota Malang kan banyak digunakan permukiman serta kawasan industri dan bisnis. Sehingga kami harapkan warga kreatif memanfaatkan pekarangan-pekarangan rumah agar bisa budidaya tanaman pangan,” pungkasnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan