Mengenal Penyakit Bintik Daun dan Cara Mengatasinya

Penyakit Bintik Daun pada Tanaman Hias
(Tanaman hias jenis philodendron tampak kusam dan jelek setelah terkena penyakit bintik daun. Image : ist)
Pomidor.id – Penyakit bintik daun, ada juga yang menyebutnya bercak daun (bacterial leaf spot), termasuk penyakit yang menjadi momok bagi petani, khususnya petani sayuran. Hal ini karena membuat tanaman, jika masih bisa dipanen, tampak jelek dan tentu berpengaruh terhadap nilai jualnya.

Penyakit bintik daun menyerang tak hanya sayuran, tapi juga tanaman hias. Bahkan tanaman liar pun tak luput dari serbuannya. Tanaman yang terserang daunnya akan terlihat bintik-bintik gelap dan nekrotik. Dalam tingkat serangan yang parah, jaringan daun akan mati dan mengacaukan proses fotosintesis yang dibutuhkan tanaman.

Bintik daun pada tanaman dapat berwujud dalam beberapa cara. Di antaranya titik seperti mata berwarna hitam, bintik-bintik coklat dengan lingkaran kuning atau area yang terkena serangan sekedar samar-samar berwarna gelap. Sedangkan bentuknya tidak teratur dan berukuran antara 0,5 cm hingga 2 cm. Bintik pada daun bisa terjadi pada bagian atas maupun bagian bawah daun.

Gejala penyakit ini dapat muncul di tepi daun dengan warna kuning kecoklatan, membuat daun tampak kering dan tipis. Bercak daun paling banyak menyerang daun tua, namun penyebarannya juga cepat pada jaringan yang lebih baru.

Organisme bersel tunggal (bakteri) adalah penyebab penyakit bercak/bintik daun. Perkembangan bakteri pada tanaman akan semakin cepat dalam kondisi basah dan lembab yang banyak dijumpai pada musim penghujan.

Cepatnya tingkat penularan akan menyebabkan kerusakan daun serta dapat membahayakan kesehatan tanaman.

Baca Juga : Stemphylium Leaf Blight, Penyakit Bercak Daun Pada Bawang Merah

Ada beberapa metode untuk mengobati dan menyelamatkan daun yang telah terserang. Indentifikasi dini sangat penting untuk efektivitas penanganan penyakit bintik daun.

Kalau pun sudah terserang, untuk mengatasinya gunakan fungisida dengan bahan aktif tembaga (misalnya, Champion 77 WP, Kuproxat 345 SC, Funguran 80 WP, dlsb). Mengingat fungisida ini memiliki efek samping bagi kesehatan, gunakan sesuai takaran yang dianjurkan.

Serangan Penyakit Bintik Daun Pada Kubis
(Kubis yang cukup parah terserang penyakit bintik daun. Image : ist)

Untuk sayuran konsumsi, pemakaiannya paling tidak dua minggu sebelum panen agar residunya tidak menumpuk. Sementara untuk tanaman hias, segera buang daun yang menunjukkan gejala terkena penyakit demi menghindari penyebaran bakteri ke daun yang berdekatan.

Beberapa inang penyakit bintik daun yang paling umum adalah selada, kubis-kubisan, bit, terong-terongan dan paprika. Untuk tanaman hias, yang paling rawan terserang adalah yang berdaun lebar seperti jenis sirih-sirihan, philodendron, anthurium dan aglaonema.

Baca Juga : Citrus Greening, Penyakit Mematikan Pada Tanaman Jeruk

Satu hal yang perlu diingat, tidak ada penanganan kimiawi yang seratus persen efektif membasmi penyakit bercak daun. Yang terbaik adalah mencegah berkembangnya penyakit ini dengan mengurangi kelembaban di sekitar tanaman seperti rajin memangkas daun yang terlalu rimbun, membersihkan gulma/rumput, membersihkan daun dan ranting yang gugur di dekat tanaman sehingga tidak menjadi sumber patogen, dlsb.

Serangan Bintik Daun pada Tanaman Hias Jenis Anthurium
(Gejala awal serangan bintik daun pada flamingo flowers (anthurium). Jika tak segera ditangani, serangan akan mudah merembet ke daun-daun yang lain. Image : ist)

Selain itu, hindari penyiraman berlebihan dan usahakan secara berkala merotasi tanaman untuk mencegah penyebaran penyakit.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan