Pergoki Lalat Buah di Wilayahnya, Selandia Baru Siaga Satu

(Lalat buah dapat meruntuhkan perekonomian suatu negara yang banyak bergantung pada sektor pertanian. Image : MSN)
(Lalat buah dapat meruntuhkan perekonomian suatu negara yang banyak bergantung pada sektor pertanian. Image : MSN)
Pomidor.id – Kewaspadaan tingkat tinggi yang ditunjukkan otoritas pengendali hama dan penyakit pertanian di Selandia Baru, agaknya patut ditiru. Hanya gara-gara memergoki dua ekor lalat buah  berkeliaran di wilayahnya, pihak berwenang segera menyatakan kondisi red alert atau siaga satu. Tindakan terpaksa dilakukan karena hama ini berpotensi menghancurkan industri pertanian bernilai jutaan dolar di negara tersebut.

Dilansir MSN, Lalat buah pertama yang ditemukan diduga berasal dari Queensland, Australia, tanggal 14 Februari.. Lalat itu muncul di taman pinggiran kota di Auckland, kota terbesar di Selandia Baru. Selang seminggu kemudian, lalat lainnya terlihat di daerah selatan di kota yang sama.

Kehebohan pun terjadi. Sampai-sampai Menteri Pertanian, Damien O’Connor, terpaksa mempercepat kunjungannya ke Uni Emirat Arab dan Mesir untuk menangani masalah ini.

Keputusan Menteri O’Connor yang desk job-nya juga meliputi keamanan pangan dan hayati di negaranya tersebut, menunjukkan seriusnya situasi. Kendati hanya dua ekor, namun adanya lalat buah berpotensi menghancurkan industri bernilai miliaran dolar di negaranya. Industri pertanian.

Selandia Baru memiliki beragam produk pertanian yang diekspor ke 120 negara. Kiwi adalah yang paling terkenal sehingga membuatnya dijuluki negara kiwi. Laba bersih yang dihasilkan industri pertanian bagi Selandia Baru tak kurang bernilai USD 1 milyar/tahun.

Baca Juga : Serbuan Hama dan Penyakit Ancam Ketahanan Pangan Global

Perkembangan terbaru, Radio New Zealand melaporkan ditemukan lagi lima lalat buah Otara, selatan Auckland. Total serangga yang jadi momok dunia pertanian ini sudah tujuh yang diamankan.

Berkeliarannya lalat buah yang disinyalir berasal dari Queensland ini sangat mengkhawatirkan karena sifat destruktifnya yang luar biasa. Diperkirakan sekitar 80 persen jenis tanaman buah dan sayur rentan serangan hama ini.

Jika wabah lalat buah tak mampu dikendalikan sejak dini, dapat berujung pada dikenakannnya pembatasan ekspor. Tentu saja itu akan berimplikasi pada terciderainya perekenomian Selandia Baru secara keseluruhan.

Kontrol Area Lalat Buah
(Kontrol area untuk menekan penyebaran lalat buah di Selandia Baru. Image : Radio New Zealand)

Baca Juga : Maraknya Aksi Pencurian Gelisahkan Petani Alpukat di Selandia Baru

Untuk mencegah hal ini tidak sampai terjadi, otoritas yang berwenang menempatkan 2 ribu jebakan lalat. Lebih dari 80 petugas biosecurity diterjunkan ke daerah yang terindikasi ada lalat buahnya. Mereka meminta warga lokal melakukan tindakan, setidaknya melaporkan, ketika melihat ada lalat buah di sekitar lingkungannya.

Selain itu, pihak terkait lainnya, dalam hal ini Kementerian Perindustrian, juga menetapkan kontrol area yang membatasi pergerakan buah dan sayuran dari tempat-tempat tertentu.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan