Presiden Dorong Ekspor Jagung untuk Stabilitas Harga

Presiden Dorong Ekspor Jagung
(Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara saat menghadiri panen raya jagung di Gorontalo, Jumat (1/3). Image : Dok Kementan)

Pomidor.id – Menyambut panen raya jagung kali ini, Presiden Joko Widodo mengatakan sangat terbuka peluang Indonesia untuk melakukan ekspor jagung. Pembukaan pasar ekspor untuk komoditas jagung dilakukan dalam upaya menjaga stabilitas harga jagung saat panen raya.

“Saya setuju kalau ada kelebihan produksi, jangan hanya untuk dalam negeri tapi juga ekspor sehingga harga menguntungkan. Kalau produksi tinggi tapi tidak bisa ekspor, harganya akan jatuh,” ungkapnya saat menghadiri panen raya jagung di Gorontalo, pekan lalu.

Saat itu, didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Presiden Jokowi melakukan panen di lahan jagung seluas 1.392 hektare yang tersebar di Desa Botuwumbato, Kabupaten Gorontalo Utara dan Desa Motilangu.

Baca Juga : Panen Raya Jagung, Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Jagung Petani

Berdasarkan Data Kementerian Pertanian (Kementan), produksi jagung nasional menunjukkan peningkatan pesat setiap tahun. Pada tahun 2015 produksi jagung nasional hanya 19,61 juta ton lalu meningkat menjadi 23,58 juta ton tahun berikutnya. Selanjutnya, naik menjadi 28,92 juta ton pada 2017 dan tembus 30 juta ton pada 2018.

Pada tahun ini, Kementan menargetkan produksi jagung nasional bisa mencapai 33 juta ton dan ekspor sebesar 500 ribu ton. Untuk mencapai target tersebut, Kementan akan terus memaksimalkan program-program yang selama ini sudah dijalankan, seperti intensifikasi lahan dengan benih unggul gratis agar produktivitas lebih baik. Juga ekstensifikasi lahan atau perluasan lahan termasuk sistem tumpangsari, dan modernisasi pertanian dengan memanfaatkan alat mesin pertanian (Alsintan).

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan