border=

Produktivitas Kopi Nasional Masih Rendah

Produktivitas Kopi Nasional Masih Rendah
(Dilihat dari potensinya, produktivitas kopi Indonesia masih sangat terbuka untuk ditingkatkan. Image : PTPN XII)
Pomidor.id – Produktivitas lahan tanaman kopi Indonesia yang baru mencapai 0,77 ton per hektare (ha) dinilai masih sangat kecil bila dibandingkan dengan potensinya yang mencapai 3 ton per ha. Wakil Ketua Komite Ketahanan Pangan Kadin Suharyo Husen menyebutkan, sama dengan komoditas perkebunan lainnya, rendahnya produktivitas kopi nasional tak terlepas dari kualitas benih atau bibit yang digunakan.

“Jadi, masalahnya ada pada bibit. Kami di Kadin juga menyoroti hampir semua komoditi pertanian ataupun perkebunan lemahnya di bibit,” ujarnya dalam Workshop Harmonisasi Pengembangan Kopi Hulu Hilir, Senin (11/3), kepada Bisnis.

Di samping kualitas bibit, Kementerian Pertanian mencatat ada sejumlah hal yang juga menjadi tantangan dalam peningkatan produktivitas kopi nasional. Misalnya, kondisi tanaman yang tua dan rusak, populasi tanaman belum standar, pemeliharaan dan pengelolaan kebun yang belum intensif, sumber daya manusia dan kelembagaan petani yang masih lemah, dan sejumlah alasan lainnya.

 border=

Baca Juga : Inovasi Balittri Angkat Produktivitas Tanaman Perkebunan

Untuk menjawab tantangan ini, Kementan pun melakukan sejumlah upaya atas 11.830 lahan dengan alokasi dana sebesar Rp 110 miliar. Upaya yang dilakukan antara lain peremajaan dengan total area seluas 6.970 ha untuk  kopi rubusta dan arabika. Juga perluasan lahan kopi dengan luasan 4.560 untuk kopi robusta, arabika, liberika, dan libtukom.

Selain itu, akan dilakukan pula rehabilitiasi untuk 200 ha lahan kopi robusta dan 100 ha intensifikasi kopi arabika.

Kementerian Pertanian juga akan berupaya melakukan sejumlah usaha lain. Di antaranya adalah pemberdayaan kelembagaan petani, pandampingan intensif dan berkelanjutan, peningkatan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia, pengaturan tata niaga, peningkatan ketersediaan investasi usaha, pengembangan kopi berdasarkan indikasi geografis, serta mendorong pengembangan kopi specialty atau produksi kopi khas daerah Indonesia.

Baca Juga : Indonesia Dorong Ekspor Kopi Specialty ke Belanda dan Eropa

Dengan berbagai upaya ini diharapkan pada 2045 Indonesia bisa menghasilkan 1,742 juta ton kopi per tahun dengan ekspor sebanyak 643.835 ton kopi. Adapun kebutuhan dalam negeri pada saat itu diperkirakan mencapai 1,033 juta ton.

Saat ini produksi kopi Indonesia baru mencapai 778.000 ton dengan ekspor sebesar 476.374 ton.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan