border=

Stabilkan Harga Daging Ayam, Kementan Perkuat Kemitraan Peternak–Integrator

Kemitraan Peternak-Integrator untuk Stabilkan Harga Daging Ayam
(Dengan kemitraan peternak-integrator, harga daging ayam diharapkan dapat stabil. Image : Dok Kementan)
Pomidor.id – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mengambil sejumlah langkah berbasis kemitraan peternak–integrator untuk menstabilkan harga daging ayam.

“Ditjen PKH menghimbau para integrator untuk memaksimalkan kapasitas pemotongan di RPHU (Rumah Potong Hewan Unggas) dan kapasitas Cold Storage. Hasil usaha sebaiknya tidak lagi dijual sebagai ayam segar atau fresh commodity. Melainkan ayam beku, ayam olahan, ataupun inovasi produk lainnya,” jelas Direktur Jenderal PKH, I Ketut Diarmita, dalam keterangan tertulis mengenai pentingnya kemitraan peternak–integrator, Rabu (6/3).

I Ketut juga meminta kepada pihak integrator untuk tidak menjual ayam hidup ke pasar tradisonal.

“JIka hal ini dilaksanakan dengan baik, maka harga di peternak (Farm Gate) dapat segera kembali normal,” ujarnya.

Langkah lain yang dilakukan, Ditjen PKH menginstruksikan penundaan setting telur ayam tetas atau Hetching Egg (HE) selama 1-2 minggu untuk semua perusahaan Parent Stock. Pelaku usaha pembibit juga dihimbau meningkatkan kualitas DOC  (Day Old Chicken) atau anak ayam umur sehari dengan menerapkan sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia).

Baca Juga : Kenaikan Harga Acuan Telur dan Ayam Beri Kepastian Usaha

“DOC itu seharusnya berkualitas A. Kalau kualitas di bawah itu, seperti B dan C, maka akan membutuhkan pakan lebih banyak dan produktivitasnya pun rendah. Agar biaya produksi rendah, maka DOC harus memiliki grade A,” terangnya.

Lebih lanjut, I Ketut mengharapkan para pelaku usaha, terutama integrator dapat memanfaatkan secara optimal peran duta ayam dan telur untuk mempromosikan konsumsi produk unggas. Hal ini demi mendongkrak naiknya konsumsi protein hewani per kapita per tahun.

“Saya berharap semua pihak perunggasan terutama industri perunggasan terus meningkatkan kampanye tentang pentingnya konsumsi protein hewani,” kata I Ketut.

Pemerintah Daerah turut dihimbau untuk melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap budidaya ayam ras. Juga pendataan para peternak dan populasi ayam ras di wilayahnya, baik peternak mandiri maupun milik integrator.

Baca Juga : Distribusi Jagung Pakan untuk Bantu Peternak Ayam di Malang

Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota dan seluruh Pejabat Fungsional Pengawas Bibit ternak serta fungsional teknis lain yang tersebar di seluruh provinsi maupun kabupaten/kota, diwajibkan melakukan pengawasan di kandang-kandang yang ada di wilayahnya. Pengawasan tersebut dilakukan sesuai dengan Permentan No. 32 Tahun 2017 tentang penyediaan, peredaran, dan pengawasan ayam ras.

Sementara kepada para pelaku usaha (stake holders) agar tahun-tahun berikutnya dapat mengukur jumlah chick-in ayam khususnya pada bulan Januari. Hal itu agar tidak terulang kejadian yang sama seperti tahun ini serta demi menjaga keseimbangan produksi dan permintaan.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan